30 Produk UKM Cimahi Dilindungi HaKI

ilustrasi (bisnis-jabar.com)

Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi membantu 30 produk UMKM untuk mendaftarkan produk mereka agar mendapatkan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) berupa hak paten, hak cipta, merek dan desain Industri.

Kepala Bidang (kabid) Koperasi dan UMKM Diskopindagtan Kota Cimahi Asnadi Junaedi mengatakan, perlunya pendaftaran HAKI bagi produk UKM agar kejadian produk UKM diklaim oleh orang lain tidak kembali terulang.

Dia mencontohkan, hingga saat ini, sejumlah brand merk kripik terkenal diproduksinya di Cimahi dengan hak paten dimiliki orang lain. Beruntung warga Cimahi khususnya yang berada di sentra kripik masih diuntungkan. Omzet kripik di sentranya tetap tumbuh.

“Untuk menjaga orisinilitas produk dan apresiasi, kami membantu pelaku industri di masyarakat untuk mendaftar ke HAKI. Kalau sudah punya hak paten, tidak bisa diklaim yang lain,” katanya, kepada wartawan, Minggu (11/1/2015).

Menurut dia, prosedur pendaftaran HAKI ini memang masih banyak belum diketahui secara umum. Padahal, mempunyai hak cipta itu adalah bagian dari hak seluruh warga.

Manusia tidak hanya memiliki segala hak mengenai persoalan azasi, tapi juga kekayaan intelektual manusia yang unik dan berbeda-beda satu sama lainnya. Hak atas kekayaan intelektual bersifat eksklusif.

Dengan terdaftarnya HAKI, setiap pelanggaran yang terjadi ada sanksinya. Hasil karya pelaku UMKM akan semakin leluasa tanpa perlu takut dijiplak, diduplikasi atau diplagiat.

Untuk mendorong percepatan pelaku UMKM itulah, pihaknya membantu hak paten, merek dagang, desain industri, hak cipta, dan lainnya.

“Kami juga membantu HAKI untuk pie susu 15 rasa agar tidak mengalami hal yang sama dengan pie,” ujarnya.

sumber : bisnis.com

Add a Comment