Alokasi Bantuan bagi Wirausaha Pemula 2018 Naik jadi Rp23,8 Miliar
 Jakarta, HanTer – Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) menaikkan anggaran bantuan pembiayaan bagi wirausaha pemula pada 2018 sebesar Rp 23, 803 miliar, meningkat dari 2017 sebesar Rp15,6 miliar.

Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM, Yuana Setyowati mengatakan, program pemberian bantuan berupa dana (start-up capital) 2018 ditargetkan mencakup 1.831 wirausaha pemula yang tersebar di seluruh Indonesia. Nilai bantuannya sendiri masih sama seperti 2017, yaitu Rp10 juta hingga Rp13 juta bagi setiap wirausaha pemula.

“Melalui bantuan ini, kami ingin mendorong tumbuhnya wirausaha-wirausaha baru di Indonesia,” kata Yuana dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Yuana menyebut, bantuan pemerintah tersebut 100 persen diberikan kepada sektor usaha produktif yang berdampak terhadap peningkatan produk domestik bruto (PDB) nasional. “Nanti kami juga akan lakukan inventarisasi setiap wirausaha pemula yang telah menerima bantuan sejak 2011 disinergikan dengan program bantuan di pemerintah daerah dan stakeholder terkait,” katanya.

Dengan sinergi itu, sambung dia, diharapkan dana bantuan ini dapat mengembangkan kegiatan wirausaha pemula menjadi lebih berkembang.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, pada 2017, realisasi Program Wirausaha Pemula mencapai Rp15,599 miliar dengan mencakup sebanyak 1.325 wirausaha pemula atau melebihi target sebanyak 1.200 wirausaha pemula. Sementara, usulan untuk mendapatkan bantuan tersebut yang diterima Kemenkop UKM pada 2017 mencapai 5.127 usulan baik secara manual maupun online.

Data Kemenkop UKM juga mencatat, sejak 2011-2015, dana Program Wirausaha Pemula telah tersalurkan sebanyak Rp204,981 miliar dengan cakupan 17.105 wirausaha pemula yang tersebar di 34 provinsi.

Skema KUR

Yuana menambahkan, pada 2018 ini juga terdapat skema baru penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Pertama, yakni kelompok usaha sebagai penerima KUR. Dalam skema ini, dimungkinkan adanya sebagian anggota yang merupakan pengusaha pemula dengan menggunakan mekanisme pembayaran kredit berdasarkan sistem tanggung renteng.

Kedua, skema KUR khusus, yang diberikan kepada kelompok yang dikelola secara bersama dalam bentuk kluster dengan menggunakan mitra usaha untuk komoditas perkebunan rakyat, peternakan rakyat, dan perikanan rakyat termasuk pengadaan kapal nelayan.

Dengan adanya skema baru KUR ini, Kemenkop UKM berupaya mendorong percepatan penyaluran KUR bekerjasama dengan Pemda melalui pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pendampingan kepada UMKM untuk mengakses KUR.

“Kegiatan sosialisasi KUR 2018 dilaksanakan di 20 provinsi dengan target 1000 usaha mikro kecil. Sedangkan untuk program pendampingan, kami akan merekrut 314 orang tenaga pendamping dengan target sebanyak 15 ribu usaha mikro kecil yang didampingi,” jelas Yuana.

Sebagai informasi, pemerintah menaikkan alokasi KUR pada 2018 menjadi Rp120 triliun dari tahun 2017 sebesar Rp110 triliun. Tak hanya itu, pemerintah juga meningkatkan target penyaluran KUR ke sektor produktif menjadi 50% dari posisi sebelumnya sebesar 40%. Sedangkan, suku bunga KUR perbankan diturunkan menjadi 7% dari tahun sebelumnya 9%, suku bunga ini efektif berlaku pada 1 Januari 2018 lalu.

 

(Arbi)

Add a Comment