ATIMNOMIC APBD Jatim, UMKM Jadi Target Penyaluran Anggaran

/JIBI

Jawa Timur meluncurkan konsep ‘Jatimnomic’, model baru pembelanjaan APBD 2015 yang fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan usaha mikro kecil menengah.

Pemilihan UMKM sebagai sasaran utama belanja APBD Jatim, menurut Gubernur Soekarwo, didasari oleh pertimbangan pengangguran akan bertambah di tengah tantangan ekonomi 2015 yang makin berat.

Apalagi, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dari 7,5% menjadi 7,75%. Hal tersebut dinilainya memberatkan pelaku usaha skala kecil, yang mendominasi lebih dari 90% perekonomian daerah Jatim.

“Kenapa uang ini harus dibawa ke UMKM? Karena jumlah UMKM di Jatim itu ada 11,5 juta, 95% tenaga kerja kita bekerja di sektor tersebut. Karena itu, saya mengajak bupati dan walikota agar sebagian APBD-nya diberikan ke UMKM,” ujarnya, Selasa (6/1/2015).

Meski belum diungkapkan berapa besaran anggaran yang bakal digelontorkan untuk pengusaha kecil, rencana Jatimnomic ini dihelat lantaran UMKM di Jatim kerap kalah bersaing dengan perusahaan besar, khususnya dalam hal akses permodalan di bank.

“Contohnya, saat pengusaha kecil ingin pinjam modal di bank, bunganya 14%. Namun, pengusaha besar bunganya hanya 12%. Ini kan terbalik. Inilah yang dinamakan liberalisasi. Maka tak ada pilihan lain, pemerintah harus melindungi .”

Oleh karena itu, sambungnya, sebagian besar APBD 2015 bakal dialokasikan untuk mengurus usaha rakyat dengan memberikan modal kepada bank UMKM untuk membentuk bank tani dengan suku bunga rendah, yaitu hanya 6% per tahun.

Selain itu, Pemprov Jatim juga menargetkan minimal akan ada 10 pameran perdagangan di provinsi lain pada 2015 yang bertujuan untuk mempromosikan dan menjual produk buatan pengusaha kecil asal Jawa Timur.

Adapun, fokus lain terkait penguatan usaha kecil adalah mengurangi pengangguran melalui peningkatan kualitas dan jumlah SDM siap kerja di Jatim. “Salah satunya melalui penambahan SMK mini yang berstandar internasional.”

Ditargetkan, tahun ini bakal ada 200 SMK mini yang sudah selesai dibangun dan siap beroperasi. Sebanyak 70 di antaranya merupakan SMK mini yang sudah dibangun sejak tahun lalu.

Sekadar catatan, DPRD Jawa Timur telah mengesahkan APBD tahun anggaran (TA) 2015 senilai Rp22,863 triliun. Jumlah tersebut berasal dari pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan yang sah.

Berdasarkan data Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jatim, belanja daerah diproyeksikan bernilai Rp23,72 triliun, sehingga terdapat defisit anggaran senilai Rp857,38 miliar yang akan ditutup dari pembiayaan netto.

sumber : http://surabaya.bisnis.com

Add a Comment