Bank BUMN Diminta Perbesar Porsi Kredit UMKM

PLASADANA.COM – Guna dapat mengembangkan ekonomi kerakyatan yang menjadi salah satu visi dan misi utama Presiden Terpilih Joko Widodo, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah meminta agar bank-bank BUMN memperbesar porsi kredit ke sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Hal tersebut seperti disampaikan Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kemenkop dan UKM, Braman Setyo di Jakarta, Selasa (19/8). “Pada pemerintahan ke depan, sudah seharus bank-bank BUMN untuk segera memperbesar kredit sampai 20 persen atau lebih ke UKM yang selama ini menjadi penopang terbesar bagi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, regulator industri perbankan telah menargetkan kepada seluruh lembaga perbankan agar hingga tahun 2018 porsi penyaluran kredit ke UMKM mencapai nilai minimal 20 persen dari total kredit.

Lebih lanjut Braman mengatakan, sejauh ini pemerintah telah mengupayakan pemenuhan kebutuhan dana ekspansi UMKM melalui APBN mauun APBD. “Kami juga sudah mendorong pembiayaan UKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dan PNMP Mandiri (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri),” katanya.

Menurut Braman, selama ini lembaga perbankan dinilai enggan untuk menyalurkan kredit ke UMKM, karena dinilai akan meningkatkan non performing loan (kredit macet/NPL). “Kredit NPL dari UKM sekarang ini hanya 4 persen. Jika ada pendampingan terhadap UKM, tentunya tingkat NPL-nya bisa lebih rendah lagi,” ucap Braman.

Dalam upaya menekan NPL UMKM, jelas dia, saat ini pemerintah terus mengupayakan kepada pihak swasta untuk melakukan pendampingan terhadap kegiatan UMKM sebagai mitra bisnis yang sekaligus memberikan penjaminan kredit.

Add a Comment