Bank kecil menggenjot sektor produktif

JAKARTA. Bank-bank yang masuk dalam kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) I cukup getol menggenjot kredit yang bersifat produktif. Dari beberapa sektor yang ada, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi pilihan.

Tengok saja Bank Ina Perdana. Edy Kuntardjo, Direktur Utama Bank Ina Perdana berharap, tahun depan bank yang dipimpinnya bisa terus meningkatkan kredit produktif sambil secara perlahan mengurangi porsi kredit konsumtif dari outstanding kredit.

Edy mengatakan, porsi kredit produktif Bank Ina Perdana mencapai 70% dengan kredit konsumtif sebesar 30% pada saat ini.  “Tahun depan, kami berharap kredit konsumtif bisa turun menjadi 20%,” ujar Edy kepada KONTAN, pekan lalu.

Sejalan dengan peningkatan kredit produktif, Edy juga menambahkan, porsi kredit UMKM di Bank Ina Perdana bisa mencapai 55% atau sesuai dengan target bank BUKU I. Dari total portofolio kredit Bank Ina yang mencapai Rp 1,24 triliun per September 2014, porsi kredit UMKM mencapai 38,45% atau sekitar Rp 478 miliar.

Edy menjelaskan, sebagian besar penyaluran kredit UMKM Bank Ina Perdana mengalir ke sektor perdagangan eceran. “Untuk kuartal keempat, ekspansi kredit stagnan sehingga belum ada peningkatan berarti di akhir tahun ini,” tambah dia.

Serupa tapi tak sama, Bank Dinar juga tengah menggenjot kredit produktif. Bedanya, bank dengan kode saham DNAR ini lebih memilih penyaluran kredit usaha kecil dan menengah (UKM).

Menurut Hendra Lie, Direktur Utama Bank Dinar, porsi kredit UKM Bank Dinar per Oktober lalu telah mencapai 47% dari total kredit yang disalurkan. “Nilai outstanding kredit UKM kami mencapai sekitar Rp 727 miliar,” jelas Hendra.

Dari pencapaian itu, lanjut Hendra, target penyaluran kredit UKM Bank Dinar sudah tercapai. Dengan begitu, sampai akhir tahun ini kredit UKM Bank Dinar akan mencapai sekitar Rp 825 miliar.

Adapun sektor UKM yang mendapat penyaluran kredit dari Bank Dinar antara lain para pemasok alat elektronik, bahan bangunan dan garmen. “Tahun depan, kami menargetkan pertumbuhan kredit UKM bisa sampai 40%,” imbuh Hendra.

Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan memang mendorong perbankan untuk menyalurkan kredit ke UMKM. Regulator memberi batas waktu hingga tahun 2018 agar perbankan memenuhi kuota kredit UMKM 20% dari total kredit. Dengan batas tersebut, Bank Ina dan Bank Dinar sudah melampaui target kuota tahun 2018.

Add a Comment