Bappenas, ILO dan OECD Gelar Lokakarya Produktivitas dan Kondisi Kerja UMKM

Jakarta – Bertempat di gedung Bappenas dan Hotel Le Meridien, tanggal 13-16 Juni 2016 diselenggarakan lokakarya produktivitas dan kondisi kerja UMKM hasil kerjasama Bappenas, ILO (International Labour Organization) dan OECD (Organization for Economic Co-peration and Development).

Tujuan dari lokakarya ini adalah untuk mendukung para pembuat keputusan dalam meningkatkan wawasan kebijakan dan program bagi IKM/UKM terkait produktivitas dan kondisi kerja yang lebih efisien, serta serbagai fasilitas untuk memperkuat kerjasama antar pemangku kepentingan dan menyegarkan ide-ide yang terkait dengan tujuan tersebut.

Pembicara lokakarya berasal dari Bappenas, Kementerian Tenaga Kerja, kantor pusat ILO di Jenewa,  dan Kantor pusat OECD di Paris.  Sedangkan peserta lokakarya berasal dari Bappenas, Kemenko perekonomian, Kemmenaker, Kemenkop, Kemendag, Kemenperin, Kemenlu, Bekraf, Kadin, Apindo, serikat buruh, Dekranas, BSN, dan ABDSI.

Agenda yang dibahas dalam lokakarya 4 hari tersebut adalah:

  • UKM: relevansi dan karakteristik sosial-ekonomi
  • hubungan antara produktivitas dan tenaga kerja
  • produktivitas dan bagaimana mngukurnya
  • tren produktivitas dan implikasi sosial ekonomi
  • gambaran umum faktor pendukung produktivitas
  • kebijakan UKM: peranan dan aspek rasional
  • layanan bantuan di perusahaan untuk meningkatkan produktivitas dan kondisi kerja
  • peningkatan produktivitas untuk pertumbuhan inklusif
  • pemetaan intervensi program, yang difokuskan pada layanan bantuan perusahaan di Indonesia
  • aplikasi pembelajaran tentang kebijakan dan program UKM di Indonesia

Cak Samsul Hadi Ketua Umum DPN ABDSI menyatakan bahwa lokakarya ini telah membuka mata semua pihak bahwa ada problem besar dalam koordinasi kebijakan dan program peningkatan produktivitas UMKM di Indonesia. 24 K/L yang ada belum bekerja sinergis. “Butuh kesadaran dan kerja keras semua pemangku kepentingan bila Indonesia ingin menjadikan UMKM sebagai penghela gerak roda ekonomi nasional.” ujar Cak Samsul.

Add a Comment