Dorong Daya Saing, UMK Jatim Perlu Strategi Khusus
Perajin membuat kerajinan ukiran berbahan limbah akar jati di Pringapus, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (30/6). Kerajinan seharga Rp. 600.000 - Rp. 15 juta tersebut dijual ke kalangan kolektor barang seni di sejumlah daerah di Indonesia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Rei/ama/15.
Perajin membuat kerajinan ukiran berbahan limbah akar jati di Pringapus, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (30/6). Kerajinan seharga Rp. 600.000 – Rp. 15 juta tersebut dijual ke kalangan kolektor barang seni di sejumlah daerah di Indonesia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Rei/ama/15.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI mendorong usaha mikro dan kecil (UMK) di Jawa Timur naik kelas dan mampu berdaya saing dalam upaya menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

“Ini target nasional kementerian untuk mewujudkan kuantitas maupun kualitas, serta berdaya saing tinggi,” ujar Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo di sela temu mitra UMK, Kamis (3/9/2015).

Kriteria naik kelas bagi UMK antara lain usaha yang semula perorangan bisa memiliki badan hukum, keuntungan yang meningkat dari tahun ke tahun, tenaga kerja bertambah dan lainnya.

Karena itulah, kata dia, diperlukan strategi-strategi khusus agar UMK-UMK di Jatim tidak stagnan dan penghasilannya lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Ia menjelaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menyebutkan kriteria Usaha Mikro memilikki aset maksimum Rp50 Juta dan omzet maksimum Rp300 juta, Usaha Kecil memiliki aset Rp50 Juta hingga Rp500 juta dan omzet Rp300 juta hingga Rp2,5 miliar.

Sedangkan, Usaha Menengah memilikki aset Rp500 juta hingga Rp10 miliar dan omzet Rp25 miliar hingga Rp50 miliar.

“Ini yang membuat UMK perlu didorong peningkatan aset dan omzet agar kriterianya naik kelas, sekaligus membuat MEA dijadikan tantangan bagi UMK,” ucapnya.

Sebagai salah satu bentuk pembahasan strategi dan mewujudkan target sejuta UKM naik kelas, pihaknya menggelar temu mitra untuk meningkatkan sinergitas antara unsur pendamping dan mitra UMK.

Selain itu, turut hadir perwakilan Dinas Koperasi Provinsi dan Kabupaten/Kota, Perbankan, Asosiasi Business Development Services (BDS), Pengelola Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Inkubator Bisnis, Hipmikinda, Kadin dan Jamkrindo.

Sementara itu, kepada para tenaga pendamping, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur I Made Sukartha mengatakan bahwa peran pendamping sangat menentukan keberhasilan UMK naik kelas dan diharapkan menjadi motivator.

“Tenaga pendamping juga harus melakukan konsultasi bisnis, seperti pendampingan UMK mempromosikan produk-produk unggulan di PLUT Kelompok UMKM, dan menjalankan perannya yang lain demi mewujudkan tujuan utama,” katanya.

sumber:http://surabaya.bisnis.com

Add a Comment