Ini 10 Model Bisnis yang Merusak di Era Digital

awal-yogya

Era ekonomi digital memunculkan sejumlah peluang bagi Digital Entrepreneurship dengan model bisnis yang cenderung merusak tatanan pasar.”Seorang pengusaha berbasis digital modalnya kreatifitas untuk menghadapi tantangan dan datang dengan solusi yang bukan konvensional dalam melihat masalah,” kata  Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Muhammad dalam Seminar Nasional dengan tema “Young Future with Technology and Morality” yang diselenggarakan Senat Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (3/3).

Diungkapkannya, di era digital masyarakat sudah terkoneksi satu sama lainnya berkat maraknya cloud computing, ketersediaan perangkat mobile. “Ini membuka peluang untuk membuat berbagai channel berkomunikasi dengan pelanggan,” katanya.Menuruutnya, saat ini berkembang 10 model bisnis kreatif di era digital yang bisa merusak tatanan pasar tradisional.Pertama, menawarkan layanan dengan model berlangganan ke pelanggan. Kedua, freemium model, dimana pelanggan digratiskan mengakses layanan tertentu. Ketiga, The Free Model, dalam model ini yang diincar adalah data pelanggan.

Keempat, The Market Place dimana perusahaan memfasilitasi interaksi antara penjual dan pembeli. Kelima, Access over ownership dimana pelanggan tak membeli langsung produk tetapi dianggap sebagai bagian layanan.Keenam, The Hyper Market dimana perusahaan bertindak sebagai hyper store yang menawarkan banyak lini produk.Ketujuh, The Experience model dimana perusahaan menawarkan pelanggan sebuah pengalaman yang belum pernah dirasakan. Kedelapan, The Pyramid, perusahaan hanya duduk menunggu pendapatan datang dari layanan yang adaKesembilan, The On Demand, perusahaan menghasilkan pendapatan dengan memberikan solusi yang cepat ke pelanggan.

Di model bisnis  ini kecepatan dan kenyamanan hal yang utama.Kesepuluh, The Ecosystem, dimana perusahaan membangun produk dan layanan untuk mengikat pelanggannya. Contoh dari model bisnis ini sukses dijalankan Apple.“Nah, sekarang kawan-kawan disini suka dengan model bisnis yang mana? Tak ada pakemnya, namanya kreatifitas. Kalau bicara potensi, kita ada 255 juta penduduk, lalu ada sekitar 300 juta pengguna seluler dan 100 juta akun di media sosial. Ini adalah basis pasar memulai menjadi seorang Digital Entrepreneurship,” pancing Awaluddin ke seluruh mahasiswa yang hadir.Diingatkannya, untuk menjadi pengusaha yang sukses di era digital dibutuhkan kekuatan pada mindset, kecepatan memilih pendekatan yang tepat, dan jejaring. “Kalau modal, dengkul saja cukup.

Anda tak punya dengkul? Boleh pinjam orang lain. Paling utama itu kreatifitas dan kemauan berubah. Kami di Telkom siap mendukung Anda semua menjadi pengusaha mandiri dan sukses,” katanya.

sumber: m.indotelko.com

Add a Comment