Kebutuhan SDM Koperasi Tinggi

Kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di bidang koperasi masih tinggi, seiring makin berkembang usaha koperasi di Semarang dan sekitarnya. ”Kebutuhan tenaga kerja di koperasi masih banyak. Hal ini seiring makin berkembangnya badan usaha koperasi,” tutur Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Ir Sujarwanto Dwiatmoko saat membuka Pelatihan Account Officer Development Program KSP Intidana di Hotel Noormans, Senin (1/9).

Menurutnya, koperasi tidak bisa dipandang sebelah mata. Saat ini dalam perkembangannya, koperasi menjadi entitas atau badan hukum yang terpercaya. Maka diperlukan SDM di bidang koperasi yang sangat berkualitas.

Ia menyambut baik niat KSP Intidana yang mengadakan pelatihan bagi karyawannya. Terutama karyawan Account Officer (AO).

Menurut dia, profesi AO adalah garda terdepan yang berkaitan langsung dengan calon anggota dan anggota. “Terlebih dulu, mereka harus dibekali pemahaman yang baik soal koperasi,”tambahnya.

“Mereka harus menguasai ilmu koperasi, serta bagaimana bersikap menjadi AO yang profesional. Sebab peran AO di koperasi, berbeda dengan perbankan. AO koperasi berperan mendorong anggota untuk produktif dan bukan konsumtif.”terang Sujarwanto.

“AO harus bisa mendorong anggota untuk produktif. Bagaimana mereka bisa mengembangkan usaha produktif dengan memanfaatkan dana simpan pinjam yang ditawarkan koperasi,” ujarnya.

Tercatat, jumlah koperasi di Jateng mencapai sekitar 27 ribu. Sebanyak 22 ribu merupakan koperasi aktif.

Jumlah itu, sebanyak 19 ribu, adalah koperasi simpan pinjam (KSP). Perkembangan KSP saat ini sangat luar biasa. Maka AO sebagai ujung tombak harus profesional ikut mendorong pengembangan koperasi
simpan pinjam.

Ketua Pengurus KSP Intidana, Handoko SE menambahkan, bahwa kebutuhan SDM koperasi cukup tinggi. Guna menghasilkan SDM yang berkualitas dan menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) 2015, KSP Intidana membuat pelatihan bagi 14 karyawan baru AO. Serta, 33 AO yang baru tiga bulan bekerja.

Pada AEC nanti, mereka dituntut punya kompetensi yang baik. Sebab, tenaga asing dengan mudah masuk ke Indonesia.

Total jumlah kantor cabang KSP Intidana di Jawa ada 39 kantor. Tahun ini akan dibuka enam kantor cabang baru.

”Kalau masing-masing cabang dibutuhkan 20 karyawan. Kira-kira sekitar 120 karyawan baru yang kami butuhkan. Ini masih kebutuhan di KSP Intidana, belum koperasi lain,”terang Handoko. 

Sumber : suaramerdeka.com

Add a Comment