Kemenkop UKM Dorong NTB Bentuk Puskopsyah

Kemenkop UKM Dorong NTB Bentuk Puskopsyah

Kementerian  Koperasi   dan UKM RI menggagas lembaga koperasi syariah yang  ada di Provinsi NTB  untuk membentuk pusat koperasi syariah (Puskopsyah). Lembaga ini diharapkan bisa menjadi koperasi sekunder syariah.

‘Keberadaan Puskopsyah ini nantinya bisa membangun kekuatan pada lembaga koperasi syariah di NTB,” kata Asisten Deputi (Asdep) Pembiayaan Syariah, Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi UKM RI, Tamim Saefudin di Mataram sebagaimana dikutip Radar Lombok, Jum’at (17/6).

Dikatakan, keberadaan dari Puskopsyah ini sangat strategis dalam memperkuat   keberadaan lembaga koperasi syariah  dan diharapkan bisa mengatur dana likuiditas kepada lembaga koperasi syariah yang menjadi anggotanya disaat kekurangan dana.

Selain itu, Puskopsyah juga bisa berperan penting mengkoordinasikan lembaga koperasi syariah yang satu dengan lainnya. Seperti halnya jika ada lembaga koperasi syariah yang memiliki kelebihan keuangan, maka Puskopsyah bisa mengarahkan dana keuangan koperasi syariah yang kelebihan untuk membantu likuiditas kepada koperasi yang membutuhkan suntikan modal untuk menambah likuiditasnya.

“Keberadaan Puskopsyah ini akan memperkuat permodalan lembaga koperasi syariah,”  jelas Tamim.

Tamim berharap Provinsi NTB  juga  memiliki Puskopsyah  sebagaimana yang sudah ada di Provinsi Jawa Tengah, yakni Puskopsyah BMT Sejahtera . Keberadaan   Puskkopsyah    bisa   meyakinkan pihak Lembaga Penyalur Dana Bergulir (LPDB) yang selama ini menjadi penyalur dana pinjaman murah kepada lembaga koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),  termasuk perbankan umum dan BPR.

Menurutnya,  kelebihan   Puskopsyah ini adalah informasi terkait persoalan yang dihadapi oleh anggota dari koperasi syariah,  bisa dirembukkan secara bersama untuk memberi solusi. Bahkan dengan siturahmi yang intens bisa menjadi semacam BI Cheking yang bisa menjadi informasi bagi anggota koperasi syariah di Provinsi NTB.

“Keberadaan Puskopsyah ini bisa meyakinkan LPDPB dalam memberi pinjaman modal murah. Tidak seperti selama ini, LPDB sulit menyalurkan pinjaman karena kurang meyakinkan,” pungkasnya.

sumber: www.jawapos.com

Add a Comment