Kemudahan Akses Modal: HNSI Jabar Sambut Baik Ide OJK

Ilustrasi/Jibiphoto

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Barat menyambut baik ide Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang ingin mendorong tengkulak atau rentenir yang biasa meminjamkan uang kepada nelayan membentuk Lembaga Keuangan Mikro (LKM).

HNSI Jabar menilai mendorong tengkulak atau rentenir menjadi resmi dalam penyaluran modal usaha kepada nelayan merupakan kabar baik dengan satu catatan tengkulak tidak dilegalkan membeli ikan di luar tempat pelelangan ikan (TPI).

Ketua HNSI Jabar Ono Surono mengatakan selama ini aksi tengkulak adalah membeli ikan secara langsung kepada nelayan padahal berdasarkan aturannya setiap hasil tangkapan ikan harus dijual melalui TPI karena ada biaya retribusi.

Dia menuturkan penjualan ikan di TPI dikenakan pajak sebesar 2,25% yang dibebankan kepada nelayan yang menjual ikan dan pengepul ikan yang membeli.

“HNSI sepakat jika OJK melegalkan usaha tengkulak dalam penyaluran pinjaman akan tetapi jangan sampai melegalkan pembelian ikan langsung kepada nelayan,” katanya, Selasa (17/02/2015).

Ono mengungkapkan dengan membeli ikan langsung kepada nelayan artinya tengulak membuat pendapatan daerah berkurang karena ikan tidak dilelang di TPI.

“Nelayan senang jika menjual ikan di TPI karena harganya lebih bagus dibanding menjual langsung kepada tengkulak,” ujarnya.

sumber : http://bandung.bisnis.com

Add a Comment