Kredit Bagi UMKM Belum Optimal

1111

Kredit bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) belum optimal. Masih banyak yang belum memperoleh akses ke lembaga keuangan.

Direktur Pengembangan UMKM Bank Indonesia, Yunita Resmi Sari menuturkan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memainkan peranan penting dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia.

UMKM mendominasi unit usaha di Indonesia yakni 99,9% dari 56,5 juta unit usaha. Mereka berhasil menyerap sekitar 97,2% dari total angkatan kerja serta berkontribusi sekitar 59,1% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

”Sementara pangsa pembiayaan kepada UMKM masih relatif kecil. Per September 2015 hanya 19,1%, dengan jumlah total debitur UMKM sebanyak 11,6 juta yang mendapatkan kredit dari perbankan,” tutur Yunita saat Seminar Nasional UMKM dan Dialog Entrepreneur di Hotel Patra Semarang, Kamis (26/11).

Direktur Risiko Kredit dan Manajemen Aset BRI Randi Anto mengatakan, tingkat literasi dan tingkat inklusi masyarakat Indonesia dalam berbagai industri keuangan masih relatif rendah misalnya terhadap perbankan masih sebesar 21,80%.

BRI mencoba berperan dalam memberikan penyaluran kredit bagi UMKM. Hal ini tercermin dari besarnya Loan to Deposit Ratio (LDR) atau perbandingan antara pinjaman dengan simpanan sebesar 84,89%.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B Sukamdani mengatakan, pengusaha besar tidak tutup mata dengan keberadaan UMKM. Apindo selama ini ikut berperan dalam pengembangan desain, inovasi produk, trend pasar dan packaging melalui pelatihan teknis dan bisnis forum.

Selain itu, menyusun rencana strategis pengembangan kewirausahaan. ”Apindo juga berupaya mendorong kemitraan antara UMKM dengan para pengusaha,” terangnya.

sumber : http://berita.suaramerdeka.com

Add a Comment