KUD Mina Tani Lamongan Layak Jadi Percontohan

KUD Mina Tani Lamongan Layak Jadi Percontohan

Koperasi Unit Desa (KUD) Mina Tani Kabupaten Lamongan dan Koperasi Kareb, Kabupaten Bojonegoro dinilai layak menjadi koperasi percontohan nasional. Pasalnya, kedua koperasi ini terbukti mampu meningkatkan tarap hidup anggota dan masyarakat sekitarnya.

Penilaian tersebut disampaikan Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah koperasi di Jawa Timur, akhir pekan kemarin. “Saya menenilai kedua koperasi tersebut cukup bagus dan layak menjadi percontohan nasional, karena dalam operasionalnya koperasi ini mampu meningkatkan taraf hidup msyarakat,” ujar Puspayoga didampingi Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Braman Setyo usai mengunjungi KUD Mina Tani Lamongan dan Koperasi Kareb Bojonegoro, akhir pekan kemarin.

Ia menjelaskan, KUD Mina Tani beranggotakan 1.200 orang, 60 persen nelayan sisanya 40 persen petani. KUD ini memiliki omset 80 miliar rupiah dengan aset senilai 44 miliar rupiah. Pada tahun lalu, SHU yang dibagikan kepada anggota mencapai 500 juta rupiah.

KUD Mina Tani juga menjadi mitra produksi sigaret (MPS) sigaret kretek tangan dari HM Sampoerna. Kemitraan antara perusahaan besar dengan koperasi ini menurut Puspayoga sangatlah bagus, karena mampu menyerap tenaga kerja secara signifikan. “Itu sangat agus, apalagi Presiden Jokowi juga menekankan perekonomian yang padat karya, dan potensi semakin berkembangnya juga masih besar,” kata dia.

Sementara itu, KUD Kareb Bojonegoro, kata Puspayoga, selain menjadi MPS SKT pabrik rokok HM Sampoerna, juga memiliki sejumlah lini usaha lain yang berkembang dengan pesat. “Yang hebat, Koperasi Kareb ini juga mampu menjadi distributor bagi pedagang-pedagang kecil maupun pertokoan karena koperasi Kareb langsung menjadi kerjasama dengan perusahaaan besar selaku produsen di hilir,” tambahnya.

Ketua Koperasi Kareb Hadi Prayitno mengatakan, unit usaha Koperasi Kareb saat ini meliputi kegiatan baik dalam penjualan barang dan jasa, yang masing-masing digerakkan melalui unit usaha. Ada lima unit usaha, yaitu Unit Usaha processing (pengeringan dan pemisahan) tembakau, unit jasa MPS SKT, unit simpan pinjam, unit pertokoan (ritel modern, distributor ) dan unit usaha angkutan/transportasi.

Siapkan KUR

Melihat besarnya potensi perkembangan koperasi di pesisir utara Jatim itu, Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM Braman setyo mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi nelayan maupun para pekerja MPS SKT yang kebanyakan adalah wanita. “ Saat ini KUR untuk sektor perikanan kan masih kecil, saya melihat ada peluang mengucurkan KUR pada para nelayan di Lamongan ini,” katanya. – SB/E-3

sumber: www.koran-jakarta.com

Add a Comment