Menteri Koperasi Dan UKM Berjanji Fasilitasi Pelaku Usaha UKM

78a3b9d7-d048-4e5e-be67-5695de559870

Pemerintah lewat Kementrian Koperasi dan UKM menjanjikan untuk memfasilitasi bantuan mulai dari promosi hingga permodalan bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang memiliki semangat  tinggi untuk mengembangkan usahanya.

Hal ini disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, usai mengunjungi sentra batik Trusmi di Cirebon, Kamis (14/1/2016)

“Pasar rakyat seperti sentra batik Trusmi Cirebon ini sangat bermanfaat meningkatkan ekonomi kerakyatan, dan saya melihat semangat mereka untuk berkembang. Pemerintah siap memberikan fasilitasi mulai dari pemasaran, promosi sampai permodalan,” katanya dalam keterangan yang diterima Bisnis, Kamis (14/1/2016) malam.

Untuk meningkatkan pemasaran, Puspayoga menuturkan Kementerian akan melakukan promosi sampai ke buyers agar bisa mengunjungi berbagai pusat kerajinan batik termasuk di Cirebon.

Adapun, terkait permodalan, pengusaha UKM dianggap sudah dimudahkan untuk mendapat pendanaan lewat penurunan suku bunga Kredit Usaha Rakyat yang saat ini menjadi 9%.

Industri batik termasuk industri unggulan, di mana saat ini usaha batik telah melibatkan tenaga kerja sebanyak 1,3 juta orang dengan jumlah konsumen batik sebanyak 110 juta orang dan jumlah penjualan produk batik sebesar Rp5,9 triliun.

Produk batik Indonesia telah memberikan kontribusi besar dan salah satu sumber devisa nonmigas yang tercatat pada nilai ekspor tahun 2013.

Nilainya mencapai US$300 juta dan meningkat di tahun 2014 mencapai US$340 juta. Tujuan ekspor terbesar batik Indonesia adalah USA, Jerman, Inggris, Jepang, dan Korea Selatan.

Sementara itu, Sentra batik Trusmi yang berada di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, segera membuka wisata edukasi lokal seperti membatik, melukis topeng, membuat topeng dan menari topeng semuanya budaya Cirebon.

“Kami akan membuka wisata edukasi lokal yaitu cara membatik, cara membuat topeng dan menari topeng. Semuanya itu adalah ciri khas Cirebon,” kata pemilik toko Batik Trusmi, Ibnu Iryanto

Wisata edukasi tersebut adalah salah satu cara mengenalkan budaya Cirebon kepada masyarakat luas dan diharapkan bisa memberikan kesan tersendiri ketika mengunjunginya.

Ia menuturkan untuk wisata edukasi tersebut akan segera dibuka, karena sekarang ini masih dalam pembenahan sarana dan prasarana.

“Masih dalam pembenahan dan kami menginginkan budaya lokal terutama di Trusmi dan umumnya di Cirebon bisa dikenal oleh masyarakat luas,” tuturnya.

sumber : www.industri.bisnis.com

Add a Comment