Mungkinkan UKM Kalahkan Konglomerat

150317031201_Jimmy-Gani

Pengamat kewirausahaan sekaligus CEO IPMI International Business School Jimmy M. Rifai Gani mengatakan kecanggihan teknologi dipadukan dengan “disruptive innovation” memungkinkan UKM mampu mengalahkan konglomerat dan usaha besar.

Jimmy M. Rifai Gani dalam diskusi bertema Menentukan Arah Kewirausahaan di Galeri Indonesia Wow Jakarta, Rabu (2/3), mengatakan UKM berpotensi mampu menggerus pasar perusahaan-perusahaan besar.

“Caranya dengan melakukan inovasi berbasis teknologi yang mampu menciptakan pasar baru dan mengganggu kemapanan pebisnis konvensional,” ucapnya.

Oleh karena itu, ia mendorong agar UKM untuk diarahkan agar bisa melakukan “disruptive innovation” sehingga dapat mengambil ceruk pasar perusahaan-perusahaan besar dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Menurut dia, keunggulan dari terobosan inovasi itu adalah menawarkan alternatif harga murah dan kemudahan interaksi bisnis.

Jimmy menambahkan, contoh dari fenomena “disruptive innovation” adalah transportasi dengan menggunakan aplikasi.

Ia berpendapat saat ini transportasi beraplikasi menjadi ancaman serius bagi bisnis perusahaan taksi dan perusahaan penyewaan mobil.

“Konsumen rela pindah dari taksi yang nyaman untuk menggunakan Go-Jek dan Grab karena harga yang lebih terjangkau dan kemudahan penggunaan aplikasi biarpun ‘service quality’-nya mungkin sedikit lebih rendah dari taksi,” tuturnya.

Menurut lulusan Master of Public Administration John F Kennedy School of Government Harvard University AS itu gelombang ekonomi berbasis inovasi sudah tak tertahan lagi.

Ia mengamati saat ini banyak toko-toko ritel besar merilis divisi “e-commerce” yang terpisah dari induknya untuk menahan laju pelaku UKM yang berjualan melalui internet.

“Pelaku UKM diuntungkan dengan bentuknya yang masih mungil sehingga lincah dan fleksibel dalam membuka akses pasar, termasuk pasar global,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, UKM dapat dikembangkan secara berkelanjutan melalui perbaikan peningkatan kualitas sumber daya manusia, optimalisasi proses kerja dan jasa, kualitas barang, pemanfaatan teknologi, yang pada akhirnya akan menghasilkan keuntungan yang lebih baik.

“Pemerintah dapat mendorong pengembangan UKM dengan mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan UKM terkait investasi, pajak, promosi, dan perluasan pasar. Ini demi meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia yang saat ini masih di bawah dua persen,” katanya.

sumber: harian.analisadaily.com

Add a Comment