Panen Bersama Penangkar Kedelai Lamongan

Selasa, 22/8/2017 bertempat di desa Kedungbanjar Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan, Bank Indonesia Kpw Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan, mengadakan panen bersama demontrasi plot penangkar benih kedelai unggulan varietas Grobogan.

Kegiatan tersebut bagian dari pengembangan klaster kedelai Kabupaten Lamongan kerjasama Bank Indonesia dan Pemda Lamongan yang memasuki tahun ke-3. Dengan focus pengembangan penangkaran benih dan operasional rumah kedelai.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Bank Indonesia Kpw Jawa Timur, Herawanto, menyampaikan. Bank Indonesia mendukung pengembangan kedelai adalah sebagai bagian komitmen Bank Indonesia untuk mengendalikan inflasi. Sebagaimana diketahui bahwa kedelai adalah salah satu komoditas penyumbang inflasi tersebesar. Oleh sebab itu harapannya kedelai lokal bisa ditingkatkan produktifitasnya sehingga bisa mengurangi ketergantungan kedelai import.

Sementara itu Bupati Lamongan, Fadeli, memaparkan bahwa Lamongan adalah lumbung pangan nasional. Selain padi dan Jagung yang sudah menjadi andalan pangan nasional, Lamongan berharap juga mengembangkan kedelai sehinga menjadi salah satu asset terbesar nasional di kedelai. Tahun 2016 kemaren produksi kedelai mencapai 42 ribu ton meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 28 ribu ton. Pada tahun 2017 ini kembali optimis bahwa kedelai di kabupaten Lamongan akan mengalami peningkatan. Hal tersebut tidak lain karena dukungan semangat yang diberikan oleh Bank Indonesia untuk mengembangkan kedelai lokal, ujarnya.

Sebagaimana diketahui bahwa klaster kedelai Kabupaten Lamongan ini merupakan program bersama untuk mengintegrasikan persoalan kedelai dari hulu sampai hilir serta menggandeng stakeholder untuk bersama sama mencari solusi pengembangan kedelai. Dalam hal ini PEACBromo diberikan kepercayaan oleh Bank Indonesia pada tahun ke-3 untuk menjadi konsultan ahli pengembangan kedelai. Berdasarkan hasil dari demplot bahwa terdapat peningkatan produktivitas dari rata rata 1,5 ton perhektar, menjadi diatas 2 ton perhektar. Selain itu juga pada off farm dikembangkan juga rumah kedelai lamongan sebagai pusat layanan perkedalain yang didalamnya terdapat learning center, produksi tempe higienis, seed center serta unit pengolahan tepung limbah. <ft>

Add a Comment