Pelaku UMKM Masih Terkendala Kemasan dan Pemasaran

Pelaku UMKM Masih Terkendala Kemasan dan Pemasaran

Bulan Agustus 2016 ini, Pusat Layanan Usaha Terpadu Usaha Kecil Mikro dan Menengah (PLUT UMKM) yang pertama di Kaltim dan Kaltara akan diresmikan.

Konsultan Bidang Produksi PLUT Bulungan, Eva, Kamis (11/8/2016) mengatakan, keberadaan PLUT ini diharapkan menjadi jembatan untuk setiap permasalahan yang kerap ditemui UMKM dalam aktivitasnya sehari-hari.

Saat ini kata dia, masalah pemasaran dan kemasan masih menjadi kendala terbesar yang dihadapi UMKM di Bulungan. Dimana untuk kemasan, masih harus didatangkan dari Pulau Jawa dan Kota Tarakan.

Jika menggunakan kemasan lokal dari Kabupaten Bulungan kata dia, harga beli malah jauh lebih mahal. Keluhan ini juga sudah disampaikan langsung ke Bupati Bulungan dan masih dicarikan solusi.

“Memang kalau dari Pulau Jawa ada ongkos kirim. Tapi dibandingkan membeli yang disini (Bulungan), masih lebih murah beli di Jawa,” katanya.

Saat ini juga kata dia, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Telkom untuk membantu UMKM dalam hal pemasaran produk secara online dan penyediaan fasilitas untuk teleconference di dua titik, yakni di seputaran Jalan Sabanar Baru dan Jalan Poros Bulungan-Berau Kilometer 2. Ada sebanyak 20 UMKM yang akan menggunakan fasilitas tersebut.

Dengan adanya fasilitas ini kata dia, pelaku UMKM bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan pemateri atau pelaku UMKM yang berada di luar daerah.

“Misalnya pelaku usaha keripik pisang disini mau belajar langsung, atau bertanya ketika ada seminar di daerah lain, dia bisa teleconference,” katanya.

Diantara 20 UMKM ini kata, ada produk makanan dan kerajinan yang rencananya akan dijadikan produk unggulan daerah Kabupaten Bulungan.

Data-data terkait produk unggulan ini sendiri, sudah diserahkan ke Bupati Bulungan untuk ditindaklanjuti. Salah satunya kata dia, ada sebuah produk makanan dengan bahan baku ikan segar.

“Kalau ikan ini kebanyakan dari Mangkupadi, ” katanya. (*)

sumber: www.goriau.com

Add a Comment