Pemkot: Toko modern diwajibkan jual produk UMKM

ihsg-bursa-bei001

Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah mengatakan bahwa setiap toko modern wajib menjual produk yang dihasilkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah daerah itu.

“Pada saatnya nanti setiap supermarket dan minimarket harus menyediakan tempat khusus untuk menjual produk UMKM,” kata Wakil Wali Kota Mofit Saptono Subagio di Palangka Raya, Rabu.

Hal itu diungkapkan usai pembukaan “walk in assesment” bimbingan teknis lembaga penyalur dana bergulir koperasi dan UMKM tahun 2016 di ibu kota provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya.

Dia mengatakan, penjualan produk UMKM tersebut dapat dilakukan dengan sistem dititip. Artinya, pengelola tidak perlu mengeluarkan modal untuk membeli produk UMKM.

“Jika produk tidak laku, barang bisa ditarik. Hal semacam ini kita lakukan sebagai upaya memanfaatkan pasar modern dan sekaligus mempromosikan produk UMKM. Selain itu juga memastikan pelaku UMKM memiliki pasar tetap,” katanya.

Pemerintah kini sedang menguatkan kualitas produk UMKM yang di antaranya memperindah kemasan, penyertaan nomer register IRT dan label halal Majielis Ulama Indonesia (MUI) pada kemasan produksi.

“Kita mewajibkan toko modern menjual produk UMKM, tetapi pelaku usaha juga harus memastikan produknya memenuhi standar penjualan di toko modern. Penguatan ini yang tengah kita dorong,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Peradagangan Palangka Raya, Sahdin Hasan menambahkan bahwa produk pelaku UMKM juga perlu dilakukan penguatan legalitas.

“Artinya barang yang diproduksi ada hak cipta. Secara bertahap kita akan menggandeng pengusaha hotel untuk memajang produk-produk UMKM kita,” katanya.

Dia meminta pengusaha hotel dan toko modern berkomitmen memberi ruang pajangan untuk produk UMKM. Sementara untuk pelaku usaha juga dituntut berkomitmen menyediakan produk yang diminta pasar.

sumber: elshinta.com

Add a Comment