Pendamping KUMKM Kaltim Lakukan Sinergi

Samarinda – sebanyak 70 pendamping KUMKM dari berbagai kabupaten kota di provinsi Kalimantan Timur mengikuti temu koordinasi dan peningkatan kapasitas pendamping KUMKM di Samarinda tanggal 15 sd 17 Oktober 2018.

Para pendamping tersebut berasal dari pendamping koperasi/DAK, PPKL, pendamping klinik bisnis dan konsultan PLUT-KUMKM.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Rodi Ahnadi Kepala bidang koperasi Dan UKM Dinas Perindustrian, Perdagangan dan KUKM Provinsi Kaltim.

Dalam sambutannya Rodi menyatakan bahwa pendamping KUMKM wajib memahami metodologi pendampingan dan menjalankan proses pendampingan secara utuh, mulai dari perencanaan, diagnosis, implementasi pendampingan sampai dengan pelaporan dan evaluasi. “Dengan melakukan pelaporan secara rutin monitoring dan evaluasi pelaksanaan pendampingan.” Ujarnya

Cak Samsul Ketua Umum ABDSI yg juga Founder Platform LUNAS menjelaskan tentang pentingnya peningkatan kompetensi sebagai pendamping KUMKM agar profesional. “Sejak 2017 telah ada SKKNI bidang pendamping UMKM. Standar Kompetensi Kerja ini terdiri dari 62 unit kompetensi, dan telah mulai dilakukan uji kompetensinya selama 2018 ini di Bogor, Makassar, Surakarta, Pontianak dan Malang.” Ucap Cak Samsul.

“Agar siap mengikuti uji kompetensi, kawan-kawan pendamping UMKM bisa belajar secara online melalui 8 modul Penguatan Kapasitas Pendamping yang telah tersedia di platform #LUNAS. Bisa diakses secara langsung melalui umkmnaskelas.com/trainings” ungkapnya.

8 modul yang bisa dipelajari secara gratis tersebut adalah: memahami KUMKM, penilaian dan diagnosis bisnis, penyusunan dan analisis laporan keuangan, strategi pemasaran, menyusun rencana bisnis, strategi pembiayaan, strategi pendampingan, dan strategi perluasan pendampingan.

“Sinergi Pendamping Koperasi, PPKL, pendamping klinik Bisnis Kaltim dan Konsultan PLUT Kaltim akan secara cepat meningkatkan kapasitas para pendamping KUMKM di Kaltim, sekaligus akan menjadikan PLUT-KUMKM Kaltim sebagai rumah besar pendampingan bagi KUMKM di wilayah Kalimantan Timur.” Imbuh Cak Samsul.

Cahyadi Sekjen ABDSI dalam kesempatan tersebut menjelaskan tentang Mindset, Knowledge Set dan Tools Set Pendampingan KUMKM.

Ada empat hal yang disepakati sebagai tindak lanjut dari forum koordinasi dan peningkatan kapasitas pendamping KUMKM tersebut :
1) membentuk Forum Pendampingan KUMKM Kaltim, 2) berkolaborasi selenggarakan Diklat Keuangan UMKM bersama Jamkrindo, 3) ‎membuat database KUMKM yang valid dan terupdate dengan memanfaatkan SIMCIS, dan 4) mempromosikan pendamping KUMKM Kaltim melalui direktori pendamping UMKM 2018 yg akan diterbitkan oleh Kemenkop UKM. (Sam)

Add a Comment