Pengiriman JNE Meningkat, Mayoritas dari Pelaku UMKM

Pengiriman JNE Meningkat, Mayoritas dari Pelaku UMKM

Kepala Cabang JNEPontianak, Sahril Munawar mengatakan arus peningkatan barang masuk dan keluar Kalbar pada momen Ramadan sudah mulai mengalami peningkatan.

Hal tersebut ia katakan lantaran tingginya kebutuhan masyarakat Kalbar terhadap kebutuhan terutama sandang atau pakaian. Tak heran barang terutama olshop mendominasi pengiriman.

“Jika barang keluar Kalbar saat ini didominasi oleh makanan. Mayoritas pengirim merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sedangkan barang yang masuk ke dalam sudah pastinya pakaian melalui Olshop,,”ujarnya saat di konfirmasi Tribunpontianak.co.id, Rabu (15/6/2016).

Untuk barang dari luar masuk ke Kalbar peningkatan sekitar 20-25 persen. Sedangkan barang yang keluar Kalbar peningkatannya sekitar 15-20 persen.

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan dan komitmen memberikan pelayanan prima, Sahril mengatakan JNE khususnya Cabang Pontianak melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan pelayanannya.

“Untuk memaksimalkan pelayanan kami menambah Sumber Daya Manusia (SDM). Selain itu kami juga menambah armada karena arus barang meningkat otomatis barang yang diantar mengalami peningkatan. Untuk armada kami menambah tiga unit armada, sedangkan untuk SDM kami menambah sekitar 14 karyawan selama Ramadan,”ujarnya.

Satu di antara pelaku Olshop, Lina (30) mengaku memang terjadi peningkatan permintaan barang terutama kebutuhan lebaran.

“Kalau jilbab, mukena bali dan berbagai jenis busana muslim saya mengambil dari Jakarta. Sedangkan untuk untuk barang fashion kerjasama dengan rekan di jogja. Jadi paketnya melalui JNE,” ujar Lina.

Ia mengakui pada momen Ramadan setiap tahunnya ia bisa meraup omzet dengan peningkatan sekitar 50 persen.

Sedangkan permintaan yang paling banyak diminati diantaranya kata Lina, jilbab, mukena, baju fashion dan juga pakaian bayi. Untuk menjaga kepercayaan pelanggan ia mengaku menggunakan paket YES atau Yakin Esok Sampai.

Pada momen seperti ini semakin barang cepat datang semakin baik. Untuk biaya biasanya dibebankan kepada konsumen.

“Jika ada pesanan lebih dari satu biasanya gabungkan dengan barang orang lain tetapi konsumen tetap membayar ongkir yang sama. Ada juga barang yang dipesan untuk dijual lagi ke konsumen. Untuk pengiriman biasanya mencapai belasan kilo, paling sedikit 10 kilogram,” ujarnya.

sumber: pontianak.tribunnews.com

Add a Comment