Pihak Swalayan Sepakat Terima Produk UMKM

150317031201_Jimmy-Gani

Akhirnya sejumlah pihak swalayan dan minimarket di kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti sepakat menerima produk Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM). Kesepakatan tersebut pasca pihak swalayan dipanggil rapat kecil oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (DisperindagKopUKM) Kepulauan Meranti.

Sebelumnya, pihak swalayan terkesan menolak titipan atau tidak mau menjual produk olahan UMKM. Namun, akhirnya pihak Disperindag pun melakukan pemanggilan terhadap pihak swalayan.

Kepala DisperindagKopUKM Kepulauan Meranti, Syamsuar Ramli mengatakan, pihaknya telah berupaya menekankan agar pihak swalayan untuk menerima titipan produk olahan UMKM. Namun setelah dilakukan beberapa penjajakan, akhirnya pihak swalayan pun bersedia untuk menempatkan produk olahan UMKM di etalase toko mereka.

“Setelah di lakukan mediasi antara pelaku UMKM dan pemilik swalayan, akhirnya dibuat kesepakatan dimana pihak swalayan bersedia menerima dan menyediakan tempat khusus produk UMKM. Tapi dengan syarat produk yang tidak laku bisa di kembalikan,” kata Syamsuar, Kamis (3/3/16).

Dijelaskannya juga, upaya yang dilakukan ini guna untuk menghadapi MEA dengan memberdayakan produk lokal. Karena saat ini produk luar bebas memasuki Indonesia yang di khawatirkan bisa menyingkirkan produk dalam negeri.

“Jika kita tidak mencintai produk lokal, bisa jadi banyak pengusaha kita yang gulung tikar. Padahal, peluang produk lokal untuk bisa tembus ke pasar swalayan sangat besar. Hanya saja, sayangnya belum seluruh produk lokal yang sudah berkembang mampu tembus ke pasar modern,” kata Syamsuar.

“Penyebabnya beragam, bisa jadi karena masih belum tersosialisasi dengan baik dan kemasannya. Kalau untuk citarasa produk kita tidak kalah jauh,” tambah Syamsuar lagi.

Ia menilai hal itu sudah merupakan senjata ampuh dalam menghadapi MEA. Namun, menurutnya tidak cukup sampai di situ saja, karena para pekerja pun harus meningkatkan kualitas yang baik dari sisi produk dan pekerjaannya.

Dengan meningkatkan kualitas dan etos kerja maka pelaku usaha dalam negeri siap bersaing dengan pelaku usaha dari luar. Selain itu perlu sinergisitas antara pekerja dan pengusaha agar hal tersebut bisa terwujudkan.

“Peluang sudah diciptakan agar produk lokal bersaing, namun harus dengan perbaikan kualitas. Misalnya, dalam pengemasan produk dan lain sebagainya. Untuk mengantisipasi hal itu kami sudah memberikan pelatihan, baik dari mutu dan seluruh perizinan seperti juga label halal, ” sebut Syamsuar.

sumber: pesisirnews.com

Add a Comment