PROGRAM MP3I: Syarief Hasan Minta Jokowi Melanjutkan
Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan/JIBI

JIBI
Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan

Bisnis.com, BANDUNG – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah meminta pemerintahan mendatang melanjutkan program MP3I agar pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih membaik.

Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan mengatakan selama ini program MP3I kelanjutannya sudah bagus dengan keberhasilan dan hal ini bisa diteruskan oleh pemerintahan mendatang.

“Tinggal dievaluasi dan ditelaah yang cocok. Pada dasarnya program ini harus diteruskan karena programnya pasti ada yang serupa,” katanya di Sabuga ITB, Senin (8/9/2014)

Dia menjelaskan salah satu keberhasilan yakni kontribusi kewirausahaan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup signifikan.

“Pada 2004 pertumbuhan tumbuh dari lebih 4%. Saat itu, APBN tidak lebih dari RP430 triliun. Namun adanya penggenjotan kewirausahaan di sektor UKM APBN pada 2014 mencapai Rp1.800 triliun,” katanya.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi ini ditunjang oleh pemerintahan yang baik, di mana sektor UKM ini terutama kewirausahaan terus digalakkan.

“Hal ini tentunya akan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.”

Ke depan, ujarnya, pemerintahan baru harus mampu terus menumbuhkan pertumbuhan ekonomi pada 2015 lebih dari 5,2%.

Pemkot Cimahi akan mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar mempersiapkan diri menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

Kepala Diskoperindagtan Kota Cimahi Huzen Rachmadi mengatakan, agar pelaku UMKM lebih siap menghadapi pasar bebas, pihaknya akan membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan.

“Sejauh ini kami telah mendorong mereka agar membuat paguyuban sendiri. Dengan begitu, hal ini akan memudahkan kami dalam memonitor mereka,” katanya.

Menurut dia, saat ini di Cimahi sudah mulai banyak tumbuhnya pelaku UMKM lokal yang termasuk kategori unggulan dimana salah satu prasayaratnya adalah mereka harus membuat produk yang bisa diterima pasar.

Selain bisa diterima, mereka pun harus mampu memenuhi permintaan pasar baik dalam dan luar negeri. Yang lebih diprioritaskan tentu saja adalah kebutuhan pasar dalam negeri.

“Sedangkan agar produk mereka bisa keluar, kami dorong mereka punya web sendiri untuk memasarkan produk ke seluruh dunia lewat fasilitas dunia maya,” ucapnya.

Mengenai pemasaran, para pelaku UMKM terus didorong agar produk mereka bisa menembus pasar modern seperti minimarket yang tersebar di sejumlah penjuru kota.

Menurutnya, apabila produk UMKM mampu menembus pasar modern itu menunjukan peningkatan kualitas. Pasalnya, tidak sembarang produk bisa tembus sebab harus melalui proses seleksi mutu produk dan memiliki ketahanan permodalan.

“Kami arahkan UMKM Cimahi itu pada empat klaster pertama klastermakanan dan minuman, kerajinan, animasi dan tekstil dan produk tekstil (TPT),” paparnya

Add a Comment