PT Pos Indonesia Buka Akses Pasar untuk UMKM

PT Pos Indonesia Buka Akses Pasar untuk UMKM

PT Pos Indonesia (Persero) menjalin kesepakatan dengan Kementrian Koperasi dan UKM dalam pengembangan akses pasar dan jaringan pemasaran pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Direktur PT Pos Indonesia Agus F Handoyo menjelaskan, UMKM memiliki kendala dalam pengembangannya, yaitu permasalahan permodalan dan pemasaran. Salah satu bentuk kontribusi Pos Indonesia untuk membuka akses pasar UMKM yakni dengan meluncurkan website galeri UKM.

’’Galeri UKM tersebut diposisikan sebagai ajang promosi produk-produk unggulan lokal untuk membantu membuka cakrawala dan menjadikan UKM kita pemain utama di negeri sendiri,” ujarnya sebagaimana dikutip Indopos, Selasa (7/6).

Pelaksanaan MoU tersebut sejalan dengan UU No 19/2003 tentang BUMN yang memiliki kewajiban untuk turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha mikro, koperasi dan masyarakat.

“Kita paham betul UMKM memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam perekonomian Indonesia, sekitar 58 persen prouksi domestik bruto Indonesia dari UMKM,” sebut Agus.

Menurut dia, pentingnya melakukan bimbingan dan bantuan terhadap UMKM dikarenakan kurang lebih 97,3 persen dari total angkatan kerja di Indonesia diserap oleh UMKM.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta mengatakan, Pos Indonesia memiliki jaringan yang luar biasa sehingga dapat meningkatkan pemasaran produk-produk UKM ke depannya.

“Dengan ditandatanganinya MoU ini tidak hanya mempromosikan UMKM tetapi juga melakukan pendampingan terhadap UMKM di seluruh pelosok nusantara, karena beberapa UMKM perlu di upgrade dan diperpendek jalur distribusinya,” paparnya.

Menurut Wayan, marketplace galeri UKM berbasis online sebagai media promosi bagi produk unggulan UMKM yang dibangun Pos Indonesia merupakan jawaban atas berkembangnya teknologi informasi yang harus dimanfaatkan UMKM dalam memasarkan produknya.

Namun, kata Wayan, tidak semua pengunjung  benar-benar akan membeli produk. “Perlukan beberapa strategi khusus agar pengunjung marketplace tersebut benar-benar membeli produk yang kita tawarkan,” paparnya.

sumber: gobekasi.pojoksatu.id

Add a Comment