Puluhan Akademisi dan Pendamping UMKM Bahas Formulasi UMKM Naik Kelas

Surakarta – Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan ABDSI mengadakan focus group discusion UMKM Naik Kelas selama 3 hari (4-6 oktober 2018) di sala view hotel surakarta.

Hadir utusan dari perguruan tinggi, pengelola PLUT, praktisi UMKM, Pendamping UMKM, Pelaku UMKM, dan unsur Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten/Kota.

Sambutan Kepala Dinas Koperasi dan UKM yang disamapikan Kabid Dinas Koperasi dan UKM Prov Jateng Sondi Purwoko menjelaskan, FGD ini untuk membicarakan tahapan UMKM naik kelas sesuai tahapan, sehingga memudahkan renstra dinas dalam pelaksanaan program dan kegiatan untuk memperkuat posisi tawar UMKM.

“Jawa Tengah menginisiasi kriteria dan road map mendukung UMKM Naik Kelas, sehingga akan muncul sinergitas program UMKM di Jawa Tengah dan Pusat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Business Development Service Indonesia Samsul Hadi menjelaskan, FGD UMKM Naik Kelas ini diharapkan untuk merumuskan regulasi tentang UMKM Naik Kelas.

“Fakta ganti pejabat ganti kebijakan dalam memberdayakan umkm masih menjadi masalah dalam menuntaskan program, sehingga perlu ada sinergitas program untuk mengoptimalisasikan kinerja umkm, pengalaman pemberdayaan terdahulu harus menjadi guru terbaik untuk perbaikan pemberdayaan dan pendampingan UMKM selanjutnya,” harapnya.

Masih dikatakan Samsul, Pembelajaran dari PLUT Solo menjadi acuan untuk mendesain kriteria UMKM Naik Kelas, apakah yang dilakukan PLUT Solo ini menjadi terobosan bagi kebijakan Nasional, dan nantinya bisa menjadi dasar hukum untuk regulasi minimal arahnya ke naskah akademik sehingga bisa didorong menjadi peraturan menteri perihal UMKM Naik Kelas dengan melihat berbagai aspek dan bagaimana strategi yang harus dilakukan selanjutnya.

Add a Comment