Regi’s Indonesia akan merambah Los Angeles Amerika Serikat

REGI'S 3

Di tangan kreatif para penyandang tuna rungu, limbah bahan seperti kain perca dan karung goni  dapat menjadi benda yang bernilai dan bermanfaat. Berada di bawah asuhan Madya Putri Andang (49th) sebanyak 17 penyandang tuna rungu menjadi pengrajin Regi’s.

”Jadi kami benar-benar memanfaatkan limbah (goni dan perca) menjadi produk yang mempunyai nilai seni, nilai jual, dan nilai manfaat. Kami memakai pengrajin anak-anak tuna rungu sebagai sasaran kami. Pemberdayaan masyarakat berkebutuhan khusus,” ucap Madya.

Regi’s Indonesia adalah sebuah usaha kerajinan tangan yang tergabung dalam Kelompok Pelaksana Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (Pokpel UP2K). Nama Regi’s diambil dari nama kedua anak Madya, yaitu Reri dan Gilang.

Produk handycraft yang dihasilkan regi’s, antara lain sarung bantal kursi, taplak meja, tirai, tempat tissue, sarung galon air, tas, dompet, dan tempat kacamata. Ada pula boneka yang terbuat dari kain flanel. Boneka-boneka tersebut ditampilkan mengenakan baju adat dari 33 provinsi di Indonesia.

Barang-barang homemade dari terbuat bahan goni dijual berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 150.000. Sedangkan boneka berbaju adat tradisional ditawarkan dengan harga Rp 150.000 hingga Rp 250.000.

Usaha yang dirintis sejak pertengahan 2011 telah membuahkan sejumlah penghargaan mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Menjelang hari raya Idul Fitri lalu, wanita kelahiran Jember ini juga mendapat kepercayaan untuk mendesain rumah dinas Walikota Jakarta Utara dan Jakarta Selatan.

Dalam memasarkan produknya, Madya giat mengikuti ajang pameran, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Ia juga menitipkan produk-produknya ke berbagai tempat.

Madya berkeinginan agar produknya bisa tembus ke dunia internasional. Oleh karena itu, menurutnya saat ini mereka sedang bernegosiasi untuk bisa memasukkan produknya di salah satu butik yang berada di Los Angles, Amerika Serikat.

Selain memiliki mimpi mengembangkan usaha, ibu yang bergelar dokter gigi ini pun bercita-cita menyejahterahkan kehidupan para penyandang tuna rungu.

”Saya ingin terus memotivasi anak-anak berkebutuhan khusus sehingga bisa hidup mandiri, sejahtera. Itu cita-cita saya,” tegasnya. (SUKM/TS)

Add a Comment