Rendang Ni Os resep Batu Sangkar

RENDANG 1

Rendang merupakan kuliner khas tanah minang yang telah terkenal, bukan hanya di Indonesia tetapi juga hingga luar negeri. Rendang pun biasanya dihadirkan di meja makan saat hari raya tiba.

Sejak tahun 2009, Osni Erza memulai usaha rendang yang diberi nama Rendang Ni Os. Bersama sang anak Eljannati Eroz Rasman atau kerap disapa Eycha membuat berbagai olahan daging sapi menjadi rendang dan abon. Ada pula olahan dalam bentuk rendang paru, dendeng balado, dan ikan bilih balado. ”Kalau rendang paru itu, dari cara masaknya aja itu beda banget. Tidak sekedar direndang, tapi parunya itu kita buat garing dan bumbunya juga lebih garing dari rendang daging, ” ucap Eycha.
Resep yang digunakan Rendang Ni Os merupakan resep turun temurun dari Batu Sangkar. Dalam proses pengolahannya, rendang dimasak tanpa menggunakan minyak dan MSG (Monosodium Glutamate). Minyak yang terdapat pada rendang berasal dari santan kelapa.

”Lima sampai enam jam untuk pembuatan rendang dagingnya saja. Karena kita ‘kan sampai hitam ya. Jadi kita benar-benar meng-caramelized santan ke bentuk bumbu rendang yang hitam, ” tutur Eycha.

Rendang tidak setiap hari dimasak. Hanya pada hari Kamis hingga Sabtu Eycha dan Osni membuatnya. Sedangkan pada hari Minggu, mereka mendistribusikan rendang-rendang tersebut sesuai pesanan.

Rendang Ni Os dikemas dalam ukuran ¼ kilogram dan ½ kilogram. Untuk setiap ¼ kilogram dijual dengan harga Rp 70.000. Oleh karena itu, tak mengherankan bila dalam sebulan Rendang Ni Os ini mampu meraup keuntungan bersih Rp 20 – 30 juta.
Menurut Eycha, dalam seminggu mereka biasanya mendapat pesanan 15 sampai 20 kilogram. Pesanan tersebut datang dari pembeli di media sosial dan reseller. Para pecinta Rendang Ni Os ini juga membuat sebuah komunitas yang disebut Sahabat Rendang Ni Os.

Ke depannya, Osni dan Eycha berharap dapat membuat rendang dalam bentuk kemasan beku atau frozen food, serta mengembangkan sistem pemasaran secara e-commerce. (SUKM-TS)

Add a Comment