Sebentar Lagi, UMKM Masuk Lantai Bursa

50d486c6-5f29-453d-94e3-ad3e92ef9354_169

Otoritas pasar modal indonesia segera mewujudkan program pembinaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masuk pasar modal (inkubator). Bekerja sama dengan kamar dagang dan industri (Kadin), program inkubator itu paling telat semester pertama menyapa pasar.

Seiring penuntasan proses itu, seluruh pengusaha UMKM diminta melengkapi sejumlah persyaratan. Meski secara umum, UMKM telah dianggap memenuhi regulasi. ”Harus patuh secara administrasi, pajak, hukum, dan legalitas sehingga masih perlu bimbingan sebelum melantai di bursa efek,” tutur Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nicky Hogan.

Beberapa kali kata Nicky pihaknya bertemu Kadin. Sejumlah peranti aturan mengenai mekanisme pemilihan UMKM bisa masuk dalam inkubator telah tersedia. Kendati begitu, Nicky belum mau membeber secara detil terkait mekanisme dimaksud. ”Soal rincinya belum bisa kami umumkan. Nanti, kalau sudah jelas semua akan dubber secara rigid,” ucapnya.

UMKM masuk garbong inkubator akan dicarikan mitra bisnis dan sumber pendanaan. Penguatan modal penting supaya kuat kala masuk arena pasar modal. Perusahaan bisa mengajukan diri menjadi sumber pendanaan.

Tidak hanya terbatas pada perusahaan modal ventura (venture capital). ”Secara regulasi, perusahaan bisa menjadi sumber pendanaan telah ada aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” tambahnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan peraturan OJK (POJK) Nomor 35 tahun 2015 tentang penyelenggaraan usaha perusahaan modal Ventura. Pada pasal 51 beleid itu, perusahaan modal ventura perlu menyalurkan modal minimal 5 persen kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

”Jadi, tidak terbatas hanya modal ventura juga melibatkan banyak pihak-pihak sebagai srategic investor dan investor jangka panjang,” ulas Nicky.

Wasit pasar modal itu juga telah mengusulkan peraturan yang mengharuskan UMKM memperkuat modal sebelum masuk pasar modal. Alasannya, kombinasi jumlah modal kecil dan porsi saham dilempar ke publik bisa menjadi ladang basah bagi spekulan pasar. ”Karena itu, kami tengah menyiapkan mitigasi risiko. Salah satunya melalui penguatan modal bagi UKM,” tegas Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida.

sumber: radartegal.com

Add a Comment