Tak Gubris SVLK, Eksporter Mebel Jalan Terus

Foto: Istimewa

Pengusaha mebel dan handycraft ekspor di Kabupaten Klaten tak menggubris kebijakan sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK).

“Sampai saat ini kami tidak peduli soal SVLK dan ekspor jalan terus,” ungkap Jumianto, eksporter mebel di sentra mebel Desa Serenan, Kecamatan Juwiring, Kamis (29/1).

Menurutnya, sejak awal kebijakan itu sudah kontroversi. Pengusaha dan perajin menolak tetapi pemerintah tetap memaksakan pemberlakuan. Padahal untuk mendapat sertifikasi itu pengusaha harus membayar Rp 80 juta. Nilai yang cukup besar bagi pengusaha ekspor skala menengah.

Rencananya SVLK diberlakukan tahun ini tetapi faktanya tidak ada kejelasan. Sebab tidak jelas, pengusaha seperti dirinya tidak memegang SVLK tetapi nyatanya ekspor tetap berjalan.

Menurutnya, persoalan ekspor bukan persoalan mudah sebab kedua pihak sama-sama membutuhkan. Jika kebijakan diterapkan kaku justru dia khawatir akan berdampakk pada usaha masyarakat. Informasi terakhir SVLK ditunda sebab ada penolakan asosiasi pengusaha mebel.

Qosim, perajin handycraft di Kecamatan Ceper mengatakan, tidak ada pengaruhnya SVLK pada ekspor. Meski di tempatnya kerajinan alat rumah tangga ekspor berbahan kayu jati tetapi tetap jalan terus. Baik ekspor ke Australia, Singapura, dan Eropa.

sumber : http://berita.suaramerdeka.com

Add a Comment