Tiga Sektor UMKM Sumbang 60 Persen PDRB

150317031201_Jimmy-Gani

Tiga sektor industri UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) menyumbang kontribusi PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) di atas 60 persen. Ketiganya yakni industri pengolahan (29,8%), perdagangan (17%) dan pertanian (14%).
“Ketiga sektor industri ini saja sudah di atas 60 persen lebih sumbang kontribusi PDRB. Ini sekaligus pendapatan perkapita masyrakat di Jatim yang berbasis UMKM,” jelas Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, I Made Sukartha, Kamis (3/3).
Kalau PDRB Jatim 1.600 triliun, sebutnya, sekitar 900 triliun berasal dari kegiatan koperasi dan UMKM. Artinya, kegiatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi dan UMKM secara rata-rata sekitar 54,98%. Kondisi ini menjadikan Jatim menjadi barometer ekonomi kerakyatan.
Menurut Made, untuk mendukung peran strategis program Jatimnomic ada pemetaan khusus. “Caranya kita mulai dari mencegah gap antara produksi dan pasar. Maka diperlukan standarisasi dari segi kompetensi SDM, kualitas produk, kemasan dan strategi pemasaran yang siap berdaya saing menghadapi tantangan perdagangan bebas tahun ini,” terangnya.
Saat ini, lanjut Made, ada peningkatan daya saing UMKM yang siap bertarung di pasar lokal dan pasar global. Misalnya fasilitas HKI (Hak Kekayaan Intelektual) sampai dengan 2015 sekitar 1.450 merek.
Kemudian fasilitas penerapan standarisasi 4 HACCP (Hazard Analysis Critical Control) atau dikenal dengan sistem kontrol dalam upaya pencegahan terjadinya masalah yang didasarkan atas identifikasi titik-titik kritis di dalam tahap penanganan dan proses produksi.
“Ini baru tercipta pasar dengan penguatan masing-masing komponen dan bisa disebut ekonomi semesta,” tandasnya. Adapun program 2016 ini Dinkop UMKM Jatim sudah menyiapkan 60 trainer (incubator bisnis), 500 peserta (magang), 100 UMKM (kemitraan) dan 300 UMKM tambahan lewat pameran.
sumber: www.beritametro.co.id

Add a Comment