UMKM Jadi Fokus Penyaluran Kredit

DSC_0589

Usaha mikro kecil dan menengah (UM­KM) men­jadi fokus dalam penyaluran kredit di samping ke  segmen  lainnya.

Apalagi pasar usaha mikro sangat besar di tengah jumlah penduduk Indonesia yang men­capai 250 juta jiwa.

“Seperti halnya para pe­dagang kecil me­ru­pakan soko­ guru ekonomi  di­harapkan bi­sa lebih ber­kem­bang ”, kata Har­tono Te­guh Wijaya, Re­gio­nal Officer Danamon Kan­wil 6 Medan, Selasa (15/3).

Dia menyatakan pihaknya sangat men­dorong pertum­buhan kredit pada 2015 lalu. Tapi sangat tergantung dari permintaan pasar di tengah perlambatan ekonomi.

Diakuinya pertumbuhan kredit UMKM dan Syariah, kredit perbankan komersial dan korporasi stagnan. Kredit untuk sektor  UMKM  tumbuh 5 % menjadi Rp22,4 triliun dari Rp21,3 triliun di 2014.

Kredit syariah yang me­liputi kredit seg­men UMKM dan komersial tumbuh 27 % menjadi Rp2,9 triliun dari Rp2,3 triliun. Sementara kredit untuk segmen perbankan korporasi dan komersial ter­catat masing-masing Rp17,7 triliun dan Rp16 triliun.

Kredit untuk usaha mikro pada 2014 lalu melalui DSP  Rp14,6 triliun atau turun 23 % dari Rp19 triliun di tahun 2014. Dengan de­mikian kredit secara keseluruhan turun 7 % menjadi  Rp129,4 triliun di tahun 2015 dibanding Rp139,1 triliun pada tahun sebe­lumnya.

“Paling penting menjaga  kualitas pin­jaman  terhadap beberapa sek­tor. Se­perti hal­­nya sektor per­ke­bunan karet. Soalnya harga komo­ditas ini lagi me­nurun. Bank   hati-hati dalam penya­luran pinjaman”, ucap Hartotono

Pada 2016 kata dia lebih agresif untuk mendorong UMKM. Diharapkan pertum­buhan kredit untuk sektor ini bisa mencapai 12 % dibanding tahun lalu yang hanya 5-6 %.

sumber: harian.analisadaily.com

Add a Comment