UMKM Purbalingga Dikenalkan HKI

Foto: Istimewa

PURBALINGGA, suaramerdeka.com – Hak cipta dan merek sebagai salah satu karya intelektual manusia yang erat hubungannya dengan kegiatan ekonomi dan perdagangan memegang peranan sangat penting. Karena hak cipta dan merek mempunyai sejumlah  fungsi.

Di antaranya  sebagai tanda pengenal atau identitas suatu produk untuk membedakan dengan produk lainnya. Di samping itu sebagai sarana promosi dan jaminan atas mutu barang dan jasa serta penunjukan asal barang itu dibuat atau diproduksi.

“Para pelaku usaha saat ini banyak yang belum tahu bahwa kekayaan intelektual merupakan salah satu asset dan investasi usaha,” ujar Sri Suhermiyati, narasumber dari Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Unsoed Purwokerto, dalam Sosialisasi HKI Bagi Para Pelaku UMKM Purbalingga, di Griya UMKM, Senin (1/12).

Dikatakan Sri Suhermiyati, kebanyakan pelaku UMKM masih sungkan dan merasa repot untuk mendaftarkan kekayaan intelektualnya. “Padahal itu bernilai jual,” tandasnya didepan peserta dari UMKM dan perwakilan PNPM di Purbalingga.

Menurut Adi Purwanto, Kepala Seksi Pembinaan dan Pengembangan UMKM Dinperindagkop, pelaku usaha di Purbalingga pernah mengalami pengalaman pahit berkaitan dengan HKI. Seperti dialami produk Torakor (tomat rasa korma-red) asal Mrebet.

“Torakor yang merupakan karya asli warga Purbalingga harus berganti nama menjadi torama karena torakor telah terlebih dulu didaftarakan hak merknya,” jelasnya.

Ia berharap, kejadian yang sama tidak akan menimpa produk asli Purbalingga lainnya. Sehingga pihaknya bersama pihak perguruan tinggi menyelenggarakan sosialisasi HKI.

Add a Comment