Walikota Berpihak kepada UMKM

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah sejak awal kepemimpinannya tetap berpihak kepada pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Ia ingin menggeliatkan ekonomi Kota Padang dengan menjadikan sektor ini sebagai primadona. Makanya, ia fokus pada pembinaan kewirausahaan dengan pembinaan UMKM sekaligus mempersiapkan kelahiran pengusaha – pengusaha baru.

Dalam rapat staf yang didahului dengan shalat Subuh berjamaah di Balaikota Padang, Selasa (15/16), Mahyeldi kembali menegaskan hal itu.

Ia menyebutkan, melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Dinas Koperasi UMKM, Pemko Padang telah mengupayakan bantuan dari pusat untuk memfasilitasi pedagang berupa tenda, gerobak.

“Begitu juga dengan komunitas pedagang atau pecinta batu akik kita berikan ruang bagi mereka untuk terus berkembang sembari mengupayakan pembuatan sentra agar mereka nyaman dan pengunjung mudah menemukan,” kata Walikota.

Dalam rapat staf kali ini, Pemko Padang menghadirkan Dr. Romeo Rissal Pandjialam, mantan pimpinan Bank Indonesia Padang yang dianggap sebagai tokoh kebangkitan ekonomi syariah dan bank syariah. Kehadiran Romeo guna memberikan inspirasi dan motivasi bagi pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang hadir. Maka tak pelak, Romeo harus berbagi pengalaman dan pemikiran karena ‘dihujani’ pertanyaan dari pimpinan SKPD serta beberapa pelaku usaha.

Romeo mengaku klop dengan visi Pemko Padang, yaitu Mewujudkan Kota Padang sebagai Kota Pendidikan, Perdagangan dan Pariwisata yang Sejahtera, Religius dan Berbudaya.

“Hal itu klop dalam klop dalam pengembangan wirausaha. Sebab, pendidikan akan menunjang majunya perdagangan dan pariwisata untuk mewujudkan kesejahteraan. Dikaitkan dengan pendidikan yang mengedepankan nilai – nilai keagamaan maka akan lahir budaya yang religius. Nanti semua akan tercermin dalam setiap aktifitas baik pariwisata dan perdagangan maupun sektor usaha apa saja.

Lebih lanjut, pria yang pernah memimpin Bank Indonesia yang memabawahi Sumatera Barat, Jambi dan Riau ini mengaku miris dengan kondisi dunia usaha di Kota Padang dan Sumatera Barat umumnya. Lantaran, banyaknya pelaku usaha lokal yang keteteran bersaing dengan yang datang dari luar. “Kita harus patahkan stigma bahwa pengusaha lokal itu ecek – ecek. Kita harus tunjukkan kualitas dari yang kita hasilkan serta bekerja profesional,” kata pria yang aktif membina wirausaha setelah pensiun ini.

Jangan sampai orang yang datang dari luar justru menjadi pelaku usaha di kampung sendiri, sedangkan orang Padang sendiri hanya menjadi penonton. ”Kita harus menjadi tuan rumah yang baik, yaitu yang menentukan maju mundur dunia usaha di kampung sendiri,” ujarnya.

 Caranya,  bikin mini market dengan konsep sendiri. Buat usaha kerajinan khas dengan kualitas setara dengan yang diproduksi di luar. Kemudian untuk kewirausahaan yang belum dikuasai harus mau belajar.

“Jangan malu untuk belajar, jangan merasa cukup dengan kemampuan yang dimiliki,” kata alumni Jurusan Bahasa Inggris FBS UNP (dulu: Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FPBS IKIP Padang).

Pemerintah Kota Padang, menurut Romeo, harus menyiapkan kerjasama dengan perusahaan darimanapun yang masuk di Padang. Kerjasama itu haruslah yang dapat menguntungkan serta memberi kemajuan terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Jangan sampai orang datang ke Padang mencari duit lalu membawanya ke daerah lain, sementara kita disini selaku tuan rumah hanya kebagian remah – remah,” pungkas Romeo.(der)

Add a Comment