Warung Jamu “Ginggang” Pelopor Jamu Di Yogyakarta

Warung jamu ginggang

“Ginggang” adalah satu pelopor industri jamu yang ada di Yogyakarta. Warung jamu ini mulai berdiri sejak jaman Sri Pakualaman ke VI yaitu sekitar tahun 1930.

(bisnisukm) Menikmati makanan atau minuman khas kota Jogja seperti gudeg, dawet, bakpia dan lain sebagainya mungkin sudah biasa bagi Anda. Namun, pernahkah Anda berfikir dengan warung atau cafe jamu? Padahal jamu adalah minuman yang biasa dikenal sebagai minuman obat atau minuman kesehatan khas tanah Jawa.

Dahulu, resep jamu dijadikan sebagai obat tradisional hanya dikenal di kalangan keraton saja dan tidak boleh keluar dari lingkungan keraton. Namun seiring perkembangan jaman, orang-orang sekitar keraton mulai mengajarkan bagaimana cara meracik jamu kepada masyarakat luas yang ada di luar keraton. Jamu pun kini sudah semakin berkembang pesat, tidak hanya di Indonesia akan tetapi sudah sampai ke mancanegara.

Warung jamu “Ginggang” adalah salah satu tempat yang menjual jamu khas tanah Jawa asli. Warung jamu ini berbeda dengan penjual-penjual jamu pada umumnya. Selain menyajikan minuman jamu sebagai obat tradisional, warung jamu “Ginggang” ini juga menjual minuman jamu sebagai minuman kreatif dengan beragam jenis pilihan rasa. Warung jamu “Ginggang” terletak di Jalan Masjid 32 Pakualaman, tepatnya di sebelah timur Pura Pakualaman Yogyakarta.

Rudi sebagai generasi ke-5 yang mengelola bisnis jamu ini menceritakan bahwa “Ginggang” adalah satu pelopor industri jamu yang ada di Yogyakarta. Warung jamu ini mulai berdiri sejak jaman Sri Pakualaman ke VI yaitu sekitar tahun 1930.

Sebelumnya, Mbah Joyo sebagai pendiri warung jamu ini merupakan seorang abdi dalem (pelayan) Pura Pakualaman Yogyakarta. Mbah Joyo berperan sebagai tabib kerajaan. Setelah Ia berhasil meramu beberapa jenis jamu sebagai obat tradisional yang berkhasiat, Sri Pakualam kemudian menyarankan Mbah Joyo untuk membuka warung jamu yang bernama “Tan Ginggang”.

Ginggang merupakan sebuah istilah dalam bahasa Jawa yang memiliki arti renggang dan merupakan sebuah cuplikan dari peribahasa Jawa yaitu “datan ginggang sarikma” artinya tidak renggang walaupun hanya berjarak sehelai rambut.

Bisa diartikan dengan jamu ini hubungan yang renggang atau agak jauh bisa direkatkan. Selain itu hubungan yang terjalin antara keraton Pakualaman dan warga masyarakat sekitar keraton juga senantiasa rukun tanpa ada jarak sosial. Penyakit yang bersarang dalam tubuh pun akan segera menjauh dengan jamu ini.

Meracik Jamu dengan Konsep Modern

Warung jamu “Tan Ginggang” kini sudah disingkat menjadi “Ginggang”. Yang bermula dari warung jamu biasa kini warung jamu Ginggang sudah berkonsep menjadi resto jamu. Mbah Joyo juga sudah memodifikasi jamu menjadi sebuah minuman kesehatan yang bersahabat.

Para pengunjung warung jamu dapat menikmati minuman jamu seperti beras kencur, kunir asem, temu lawak, cabe puyang, uyub-uyub, watukan, sawan tahun dan lain sebagainya. Jamu juga dapat diminum di tempat atau dibawa pulang oleh para penikmatnya.

Pelanggan yang datang ke warung jamu Ginggang juga cukup beragam, baik warga sekitar maupun luar kota. Di warung jamu Ginggang ini, jamu tersedia dalam paket biasa dan juga paket komplit. Paket komplit atau lengkap biasanya disertai dengan madu, anggur dan telur ayam kampung. Rasa dari minuman jamu dengan paket komplit lebih segar jika dibandingkan dengan paket biasa. Ada juga jamu dengan paket dingin yaitu jamu yang ditambahkan es batu. Harga jamu mulai dari Rp 4.000,00 hingga Rp 12.000,00.

Minuman jamu yang menjadi idola di warung jamu Ginggang ini adalah kunir asem dan beras kencur. Selain rasanya yang murah, harganya juga sangat terjangkau. Meskipun rasanya manis, namun pada hakekatnya minuman jamu tetap berkhasiat sebagai obat tradisional. Jadi selain nikmat, minuman kesehatan jamu ini juga menyehatkan.

Tidak hanya menyediakan minuman jamu yang manis dan ringan saja. Jika Anda sedang sakit, warung jamu ini juga menyediakan berbagai jenis jamu yang berkhasiat untuk pencegahan dan pengobatan. Misalnya saja minuman beras kencur yang berkhasiat untuk mengatasi batuk. Ada juga jamu paitan bratawali yang terkenal pahit dengan khasiatnya sebagai pembersih darah kotor.

Warung jamu Ginggang terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar membuat jamu secara langsung. Jika Anda membawa bahannya sendiri, warung jamu Ginggang akan memberi tahu bagaimana membuat jamu sebagai minuman sekaligus obat tradisional mulai dari pemilihan bahan, penimbangan, cara penumbukan, pemipisan, penyaringan serta penyaringan hingga penyajian. “Namun, harus konfirmasi terlebih dahulu sebelumnya” kata Rudi.

Semoga informasi mengenai suksesnya jamu Ginggang sebagai warung minuman inspiratif ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan juga pebisnis yang ingin mencari peluang bisnis khususnya bisnis minuman. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses!

Add a Comment