Working Group Nasional Pendampingan KUMKM

Capture

Working Group Nasional Pendampingan KUMKM

​​INFORMASI KEGIATAN

KONGRES NASIONAL UMKM 
dan 
TEMU NASIONAL II PENDAMPING UMKM
Yogyakarta, 25 – 26 Mei 2016

Peran strategis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai penyelamat perekonomian nasional di saat krisis 1998 memang tak terbantahkan. Perpaduan antara keuletan, fleksibilitas, dan kemandirian telah menjadikan UMKM sebagai katup penyelamat perekonomian bangsa Indonesia dari kebangkrutan total akibat kegagalan konglomerasi menghadapi rontoknya perekonomian global.

Peran UMKM sangat strategis untuk  membangun Indonesia dari wilayah pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.  UMKM juga menjadi pilar penting untuk  meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar global sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama ASEAN menjadi pusat pertumbuhan baru bagi Asia dan Dunia. Pada akhirnya dimaksudkan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik mutlak membutuhkan kontribusi UMKM.

Dalam lima tahun terakhir kontribusi sektor UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat dari 57,84% menjadi 60,34%. Serapan tenaga kerja pada sektor ini juga meningkat, dari 96,99% menjadi 97,22% dalam periode yang sama.

Presiden Joko Widodo telah mencanangkan Indonesia mencapai visi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020. Ekonomi digital Indonesia senilai US$130 milyar tersebut akan dipicu oleh perkembangan UMKM. Telah disiapkan rencana aksi ekonomi digital jangka menengah dan panjang dengan dengan fokus untuk mempercepat pemberian akses digital bagi UMKM.

Sejumlah kebijakan untuk mendorong inovasi, tumbuhnya technopreneurs dan menarik investasi termasuk di bidang IT serta akses pembiayaan bagi UMKM telah diambil.  Presiden juga telah mengajak Facebook dan Google dapat mendukung upaya Indonesia untuk memberdayakan ekonomi digital bagi UMKM.

Meskipun indikator kontribusi terhadap pembentukan PDB dan serapan tenaga kerja naik, akses sektor UMKM ke rantai nilai pasok produksi global sangat minim yakni hanya 0,8%.  Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM tidak memiliki informasi dan akses ke pasar global. Di ASEAN kontribusi UMKM Indonesia terhadap rantai pasok produksi global hanya 2,7%, hanya sedikit lebih baik dari kontribusi Brunei, Laos, Myanmar dan Kamboja. Padahal ASEAN pada periode 2009-2013 berkontribusi 9,3% terhadap rantai pasok global.

Selain itu, kontribusi sektor UMKM terhadap ekspor Indonesia tahun 2015 hanya 15,8%, tertinggal jauh dengan negara-negara sekawasan di Asia Tenggara. Misalnya, kontribusi sektor UMKM Thailand terhadap ekspor nasionalnya sebesar 29,5%, dan Filipina 20%.

Permasalahan

Kinerja UMKM yang belum optimal sebagaimana tersebut di atas disebabkan oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal UMKM.

Permasalahan internal UMKM:

  • Rendahnya jiwa kewirausahaan terutama di level mikro. Halnya, berbisnis bagi mereka lebih sebagai upaya bertahan hidup karena gagal bersaing di sektor pekerjaan formal. Bila mereka berkesempatan kembali bekerja sesuai dengan yang diimpikannya, maka bisnisnya dengan segera ditinggalkan.
  • Pengelolaan bisnis belum profesional yang ditandai dengan: tidak punya legalitas usaha, belum ada pembukuan sederhana, dan tidak ada pemisahan antara bisnis dengan urusan rumahtangga.
  • Terbatasnya akses ke sumberdaya produktif seperti modal, teknologi, pasar, manajemen, SDM, dan lain-lain.

Sedangkan permasalahan eksternal UMKM diantaranya:

  • Komposisi UMKM tidak ideal. Jumlah usaha mikro yang hampir 98% dari total UMKM telah menjadikan UMKM Indonesia berada dalam posisi “berjamaah dalam kemiskinan dan keterbatasan”.
  • Pajak final 1% dari omset yang diterapkan kepada UMKM sangat memberatkan. Apalagi untuk usaha pemula.
  • Sulit melakukan formalisasi usaha, karena pengurusan perizinan yang mahal, lama, dan berbelit. Terobosan pemerintah melalui Perpres Nomor 9 tahun 2014 tentang Izin Usaha Mikro Kecil masih jauh dari harapan para UMKM.

Sinergi memperkokoh pilar-pilar UMKM untuk akselerasi kemandirian bangsa.

Untuk meningkatkan kontribusi UMKM dalam perekonomian nasional, mensejahterakan rakyat, dan mewujudkan kemandirian bangsa, diperlukan sinergi semua pihak baik pemerintah, swasta/bisnis, perguruan tinggi, masyarakat/komunitas. Tinggalkan ego sektoral antar kementerian dan lembaga Negara yang mengurusi UMKM. Hilangkan juga tumpang tindih kewenangan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

Sinergi tersebut sangat dibutuhkan sebagai langkah akselerasi untuk:

  • Mendorong tumbuhnya UMKM yang memiliki entrepreneurship kuat dan skala usahanya layak. Tidak lagi memunculkan usaha mikro yang hanya sekedar bertahan hidup.
  • Mewujudkan satu juta UMKM Naik Kelas, agar UMKM memiliki kontribusi yang lebih baik terhadap perekonomian nasional. Juga, UMKM yang mampu naik kelas diharapkan menjadi penghela bagi UMKM lainnya untuk terus tumbuh dan berkembang dengan sebaik-baiknya.

Untuk itu para pemangku kepentingan terkait UMKM perlu duduk bersama memperkokoh pilar-pilar UMKM dalam forum KONGRES NASIONAL UMKM: Sebuah forum yang dirancang sebagai TITIK TEMU berbagai kepentingan dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM.

Forum tersebut juga sekaligus untuk TEMU NASIONAL II PENDAMPING UMKM, sebagai tindaklanjut Temu Nasional I Pendamping KUMKM yang telah diselenggarakan 19-20 juni 2013 di Tasikmalaya. Panca Upaya yang tertuang Piagam Tasikmalaya yang dihasilkan Temu Nasional I tersebut perlu dievaluasi implementasinya. Sekaligus dilakukan penyesuaian dengan kondisi UMKM terkini sehingga pendamping mampu menjadi salah satu pilar penting dalam memperkokoh eksistensi UMKM.

MAKSUD DAN TUJUAN

Penyelenggaraan KONGRES NASIONAL UMKM dan TEMU NASIONAL II PENDAMPING UMKM dimaksudkan untuk membangun sinergi para pemangku kepentingan UMKM guna memperkokoh pilar-pilar UMKM agar terjadi akselerasi kemandirian bangsa melalui peran konkret UMKM.

Adapun tujuan dari penyelenggaraan KONGRES NASIONAL UMKM dan TEMU NASIONAL II PENDAMPING UMKM adalah:

  1. Merumuskan berbagai permasalahan terkait UMKM dan menyusun alternatif solusinya dengan berbagi peran antar pemangku kepentingan.
  2. Mensinergikan langkah aksi memberdayakan ekonomi digital bagi UMKM.
  3. Berbagi pengalaman (good practice) peningkatan produktivitas dan saing UMKM.
  4. Menyiapkan rumusan ROAD MAP atau peta jalan “Satu Juta UMKM Naik Kelas”.
  5. Merumuskan Konsep MEI – Multistakeholders Entrepreneurship Initiative.
  6. Menetapkan 12 Agustus sebagai Hari Kerja Nasional UMKM.
  7. Menyusun strategi pendampingan UMKM yang berkualitas dan berkelanjutan.
  8. Menyusun kode etik pendamping UMKM.
  9. Memberi apreasiasi kepada para pemangku kepentingan yang berprestasi dalam memajukan UMKM

TEMA

“Memperkokoh pilar-pilar UMKM untuk  Akselerasi Kemandirian Bangsa”

PENYELENGGARA

Kegiatan ini diselenggarakan oleh WORKING GROUP PENDAMPINGAN KUMKM yang beranggotakan:

  • ABDSI – Asosiasi BDS Indonesia
  • LLP-KUKM SMESCO
  • PSP-KUMKM UNS Sebelas Maret – Surakarta
  • PLUT KUMKM – Pusat Layanan Usaha Terpadu
  • Asosiasi KKMB – Konsultan Keuangan Mitra Bank
  • PINBUK – Pusat Inkubasi Usaha Kecil
  • MICROFIN Indonesia
  • PUPUK – Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil
  • PEAC Bromo, Solusi Bisnis
  • P3UKM Bandung
  • FOKUS – Forum Komunitas UMKM

 

SASARAN

Kegiatan ini direncanakan akan diikuti oleh 750 orang, yang berasal dari:

  1. pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah.
  2. Asosiasi, lembaga dan komunitas yang terkait dengan UMKM
  3. Kementerian/Dinas teknis yang terkait dengan UMKM.
  4. KPW Bank Indonesia seluruh Indonesia.
  5. Konsultan/Pendamping UMKM: BDS-P, KKMB, Inkubator Bisnis, Intermediator inovasi-teknologi, Fasilitator, Petugas Penyuluh Lapangan, PUKM, KKB, dll.
  6. PKBL BUMN
  7. CSR Perusahaan Swasta
  8. Lembaga Donor

 

GOAL YANG DIHARAPKAN

  1. Terumuskannya berbagai permasalahan terkait UMKM dan alternatif solusinya.
  2. Terbangunnya sinergi langkah aksi memberdayakan ekonomi digital bagi UMKM.
  3. Peserta kegiatan memperoleh GOOD PRACTICE pengalaman peningkatan produktivitas dan saing UMKM.
  4. Tersusunnya rumusan ROAD MAP atau peta jalan “Satu Juta UMKM Naik Kelas”.
  5. Terumuskannya Konsep MEI – Multistakeholders Entrepreneurship Initiative.
  6. Ditetapkannya 12 Agustus sebagai Hari Kerja Nasional UMKM.
  7. Tersusunnya strategi pendampingan UMKM yang berkualitas dan berkelanjutan.
  8. Tersusunnya Kode Etik Pendamping UMKM.
  9. Para pemangku kepentingan yang berprestasi dalam memajukan UMKM mendapatan apresiasi.


KEGIATAN

Rangkaian Kegiatan Pendahuluan:

  1. Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pendamping KUMKM, Kerjasama ABDSI-BNSP-LSP PI, Yogyakarta, 18-19 November 2015. Jakarta, 19-20 November 2015.
  2. Workshop kurasi produk unggulan. Kerjasama ABDSI-PUPUK-SMESCO-PLUT KUMKM DIY. Di Yogyakarta, 14 Desember 2015.
  3. Petisi: 12 Agustus sebagai Hari Kerja Nasional UMKM, Januari 2016.
  4. Pelatihan dan Sertifikasi Konsultan Bisnis: ABDSI-ICBC. Mataram, Maret 2016.
  5. Pelatihan UMKM Naik Kelas: Peacbromo-Fokus UMKM. Surabaya, Maret 2016.
  6. FGD Donor Forum: MEI (Multi Stakeholders Entrepreneurship Initiative) kerjasama ABDSI-Kemenkop-SMESCO-PNM di Jakarta Maret 2016.
  7. Penyusunan buku Berbagi Pengalaman Pendampingan II: ABDSI, Januari-April 2016.
  8. Pra Konvensi SKKNI Pendamping KUMKM: Kemenkop-ABDSI, Mei 2016.
  9. Seminar Nasional: Peningkatan Kapabilitas UMKM dalam Mewujudkan UMKM Naik Kelas, 17 mei 2016 di UNS Surakarta.

 

Kegiatan Kongres Nasional UMKM dan Temu Nasional II Pendamping UMKM

  1. Keynote Speech / UMKM Pilar Daya Saing Nasional: Rhenald Kasali.
  2. Seminar I – Dukungan Kebijakan yang Berpihak Kepada UMKM: Kemenkop, BI, OJK, Kemendes, BeKRAF, Kemendiknas.
  3. Seminar II – Aksi yang Berpihak Kepada UMKM: LLP-KUKM – SMESCO, PNM, BRI, Telkom, Bupati Kulonprogo, BERNAS
  4. FGD yang akan membahas enam topik.
  • FGD 1 : Strategi Sinergi Memberdayakan Ekonomi Digital bagi UMKM.
  • FGD 2 : Strategi & Rencana Aksi UMKM dalam Era MEA.
  • FGD 3 : Strategi Pengembangan UMKM Berbasis Desa Mandiri
  • FGD 4: Strategi Akselerasi UMKM Naik Kelas,
  • FGD 5: Strategi Penguatan Peran Pemuda dan Perempuan sebagai Pilar UMKM.
  • FGD 6 : Strategi Peningkatan Kapasitas dan Keberlanjutan Pendampingan UMKM.
    1. Sinergi Langkah Aksi.
    2. Pameran Pendampingan UMKM.
    3. Kemitraan Bisnis.

WAKTU DAN TEMPAT

 25-26 Mei 2016, Bertempat di

​Sahid J-Walk Convention Hall, Yogyakarta

.

BIAYA PENDAFTARANEarly Bird (s/d 31 Maret 2016):

  • Anggota Working Group* Rp300.000,-
  • Umum Rp 400.000,-

Regular (April-Mei 2016):

  • Anggota Working Group* Rp400.000,-
  • Umum Rp500.000,-

*Anggota Working Group :

  1. UMKM yang telah terdaftar sebagai UMKM NAIK KELAS di www.fokus-umkm.com.
  2. Konsultan/Pendamping KUMKM yang telah memiliki nomor registrasi di www.pendamping-kumkm.com.
  3. Anggota dari asosiasi / lembaga yang tergabung dalam Working Group: ABDSI, SMESCO, PEACBROMO, PINBUK, P3UKM, KKMB, PSP-KUMKM UNS, PLUT-KUMKM, MICROFIN, PUPUK, FOKUS-UMKM

EXTRA PAKET

Peserta dapat menambahkan paket kelengkapan kepesertaan yang sifatnya adalah pilihan. Berikut tambahan paket yang dapat peserta tambahkan pada paket kepesertaannya:

  1. Field Trip + Rp75.000,00
  2. Penginapan + Rp300.000,00 (Sharing Room)
  3. Kain Batik Tulis + Rp200.000,00

Pendaftaran peserta silakan isi form di menu Pendaftaran –> Pendaftaran Peserta atau klik link berikut. Setelah itu silakan transfer biaya pendaftaran, info selengkapnya terkait pembayaran silakan masuk ke menu Pembayaran –> Info Pembayaran atau klik link berikut.

Pendaftaran Terakhir 18 Mei 2016 Pukul 16.00 WIB dan Akan Ditutup Sewaktu-Waktu Jika Kuota Peserta Terpenuhi!
Memiliki usaha kecil dan ingin ikut berpartisipasi mensponsori acara ini? 

Anda dapat memilih paket Angkringan senilai Rp. 1.500.000 dengan fasilitas:
  1. Pencantuman logo pada Giant balliho
  2. Peletakan brosur di meja informasi
  3. Free tiket peserta 1 orang
  4. Iklan videotron (running text) di arena acara selama acara berlangsung
Pastikan kehadiran anda di acara KONGRES NASIONAL UMKM & TEMU NASIONAL II PENDAMPING UMKM, segera daftarkan diri anda via online form di 
Simak terus informasi event ini di linimasa kami :

#TNP2Jogja #MenujuTNP2Jogja #SatuJutaUMKMNaikKelas.

 

Add a Comment